Moratorium TKI ke Saudi Jangan Seperti Balsem

Moratorium TKI ke Saudi Jangan Seperti Balsem

- detikNews
Selasa, 21 Jun 2011 14:11 WIB
Moratorium TKI ke Saudi Jangan Seperti Balsem
Jakarta - Langkah-langkah penghentian sementara (moratorium) penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor domestik ke Arab Saudi sedang dipersiapkan. Namun jangan sampai moratorium ini hanya seperti balsem yang bersifat sementara.

"Moratorium bisa ditempuh untuk mengevaluasi soal pengiriman TKI. Tapi jangan biarkan mereka menganggur, sehingga harus dibuka lapangan kerja. Jangan sampai moratorium ini seperti balsem," kata pengamat politik Arie Sudjito dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (21/6/2011).

Arie mendorong pemerintah melakukan evaluasi besar-besaran, terutama para diplomat karena banyak kasus yang memperlihatkan perlindungan pada TKI masih belum maksimal. Menurut dia, sudah saatnya Presiden SBY lebih menunjukkan itikad keseriusannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Presiden jangan hanya percayakan pada anak buahnya, tapi juga bisa mengawal. DPR juga jangan hanya bicara untuk dirinya sendiri. Jangan hanya sibuk pencitraan. Kalau parpol sibuk saling sandera, kasus seperti ini luput," tambahnya.

Ruyati telah dieksekusi di Arab Saudi pada Sabtu lalu atas vonis terhadap pembunuhan seorang perempuan Arab Saudi. "Pahlawan devisa" itu dilaporkan telah mengakui perbuatan yang dilakukannya pada 10 Januari 2010 lalu itu. Ia disebut melakukan aksinya dengan menggunakan sebilah golok. Dengan pemancungan Ruyati, jumlah orang yang dihukum pancung di Saudi hingga saat ini telah mencapai 28 orang.

Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar mengatakan, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan langkah-langkah moratorium. Menurutnya, pemerintah telah melakukan pengetatan total menuju moratorium terhadap penempatan TKI ke Arab Saudi. Pengetatan ini dilakukan untuk memperbaiki sistem dan mekanisme penempatan TKI secara keseluruhan.

Pengetatan total telah dilaksananakan selama 3 bulan untuk memperbaiki sistem dan mekanisme penempatan TKI. Muhaimin menyebut, ini merupakan soft moratorium penempatan TKI ke Arab saudi.


(vit/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads