"Sudah mulai ada titik terang. Mudah-mudahan dalam waktu dekat terungkap siapa pelakunya," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman usai meresmikan Gerai SPK di Mal Gandaria City, Jakarta Selatan, Selasa (21/6/2011).
Ketika ditanya apakah benar sudah ada 3 pelaku yang ditangkap, Sutarman mengaku belum tahu. "Saya belum tahu persis," ujarnya.
Sutarman menambahkan peluru untuk menembak Sugiyantoro tidak ditemukan. "Masih di lab, peluru itu (yang kena ke Aipda Sugiantoro) tidak ketemu lagi dan bercampur dengan peluru petugas," kata dia.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Herry Rudolf Nahak mengatakan telah mengantongi informasi tentang pelaku penembakan.
Menurut dia, dugaan salah tembak juga masih ditelusuri. Berbagai informasi tentang kendaraan yang digunakan pelaku masih diselidiki. "Semua informasi kita gunakan, salah satunya tentang kendaraan itu," kata Herry.
Apa pengemudi mobil masih ada di Jabodetabek? "Yang pasti arah penyidikannya sudah ada," ujarnya.
Penembakan ini terjadi saat Sugiyantoro sedang melakukan "kring reserse" (berpatroli) bersama 5 anggota lainnya. Ketika tiba di Jl Raya Mess AL Kampung Raden Jatirangon, Bekasi, polisi mencurigai sebuah mobil Toyota Kijang Innova warna hitam yang sedang diparkir di depan toko sembako Ongko Mulyo.
Saat itu waktu menunjukkan sekitar pukul 03.00 WIB, 1 Juni 2011. Mobil tersebut diparkir dengan membelakangi toko sembako. Kemudian, korban yang dibonceng Brigadir Nuh Supriyatna mendekati sasaran. Sementara anggota lainnya bersiaga di gang tak jauh dari lokasi.
Ketika mendekati mobil, tiba-tiba dari dalam, pelaku langsung memberondong anggota dengan senjata laras panjang. Pelakunya diduga berjumlah 5 orang.
Baku tembak antara pelaku dan anggota pun pecah. Korban jatuh setelah terkena tembakan tepat di bagian mata sebelah kanan. Sedangkan pelaku melarikan diri. Sementara rekan Sugiyantoro lainnya membawa korban ke rumah sakit. Sugiyantoro akhirnya meninggal dunia.
(aan/nrl)











































