Ada Isu Turis Arab 'Disweeping', Polisi Cek Vila di Puncak

Ada Isu Turis Arab 'Disweeping', Polisi Cek Vila di Puncak

- detikNews
Selasa, 21 Jun 2011 12:20 WIB
 Ada Isu Turis Arab Disweeping, Polisi Cek Vila di Puncak
Bogor - Belasan petugas dari Polsek Cisarua dan petugas kelurahan Desa Tugu Utara, Cisarua, Bogor melakukan pemeriksaan ke sejumlah vila dan hotel yang dihuni oleh turis Timur Tengah (Timteng). Aksi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi isu aksi sweeping oleh warga sekitar terkait dipancungnya TKW Ruyati di Arab Saudi.

Puluhan petugas tersebut sempat memeriksa dan menanyakan kondisi keamanan turis Arab di Puncak, Selasa (21/6/2011). Namun para turis mengaku tidak takut akan aksi sweeping yang akan dilakukan oleh warga sekitar itu.

"Saya sih nggak takut datang ke sini. Karena hampir tiap liburan saya selalu datang ke Puncak. Mengenai hukuman Ruyati, saya berpikir itu mungkin dia membunuh karena terpaksa. Di rumah majikan dia kan juga ada sopir dan tukang kebun dari Indonesia," kata Omar, turis dari Riyadh, di vila di daerah Warung Kaleng, Cisarua, Bogor. Omar berbicara dalam bahasa Arab dan diterjemahkan oleh guide-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di tempat yang sama, Kepala Desa Tugu Utara Jajat Sudrajat mengatakan pemeriksaan pada turis Timteng ini hanya sebagai antisipasi untuk memberikan kenyamanan kepada turis-turis asal Timteng di Puncak.

Karena kegiatan ini mendadak puluhan warga sempat kaget atas pemeriksaan yang dilakukan petugas. Puluhan warga berbondong-bondong melihat pemeriksaan itu.

Sekitar pukul 08.00 WIB, beredar isu, warga sekitar dan warga luar Puncak ingin melakukan "aksi balasan" terhadap hukuman pancung Ruyati. Warga rencananya akan mengusir turis Timteng yang kebanyakan berasal dari Arab Saudi.

Pada Senin kemarin, Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyatakan simpati atas nasib yang menimpa TKW Ruyati yang dipancung oleh pemerintah Arab Saudi. Priyo mengusulkan agar orang Arab Saudi yang kawin kontrak di Indonesia ditangkap dan dipermalukan.

"Kalau saya pribadi, saya menyarankan gimana kalau orang Arab Saudi yang kawin kontrak di Indonesia dan jelas-jelas menyalahi aturan ditangkap dan dipermalukan," kata Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2011).



(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads