"Soal pembunuhan yang dilakukan oleh Ruyati itu bukan sungguh-sunguh membunuh. Tapi membela diri karena disiksa. Mereka menjadi pembantu di Arab Saudi karena mencari ekonomi. Bukan hendak disiksa seperti yang dialami Ruyati," ujar Sam Bimbo dalam aksi di depan Kedubes Saudi, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Selasa (21/6/2011).
"Stop TKW ke Arab! Lebih baik kirim tenaga kerja yang sudah berpendidikan agar tidak kembali terjadi seperti ini," imbuh Sam Bimbo yang memakai kemeja putih dan celana jeans.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka pun kemudian menyanyikan lagu 'Gugur Bunga'. "Lagu ini dipersembahkan bagi pahlawan devisa yang telah mati di negeri orang, bukan saja untuk Ibu Ruyati tapi juga orang-orang sebelumnya yang juga tewas di negeri orang!" teriak orator pakai megafon.
Massa lantas menempelkan poster-poster yang mereka bawa di pagar gerbang Kedubes Arab Saudi. Aksi ini membuat macet Jalan MT Haryono yang mengarah ke Kuningan, karena banyak pengendara bermotor yang melambatkan kendaraan untuk melihat aksi. Aksi berakhir pukul 11.20 WIB, lalu lintas dari arah Cawang ke Kuningan yang sempat tersendat sudah mulai lancar.
Kemlu RI telah memanggil Dubes Arab Saudi pada Selasa sore untuk menyampaikan protes karena tidak diberitahu sebelum Ruyati dipancung. Dubes berjanji akan meneruskan sikap itu kepada pemerintahannya.
(nwk/nrl)











































