"Itu sudah jelas. Itu justru hal-hal yang mana untuk memberikan komunikasi antara satu sama lain. Untuk memudahkan," kata pria yang akrab disapa Ibas ini di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2011).
Saat itu, Ibas ditanya pendapatnya soal usulan SBY dahulu mengenai ponsel untuk TKI. Ibas pun akan menanyakan bagaimana kabar usulan tersebut dan sejauh mana usulan itu akan benar-benar dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibas pun akan menunggu rapat koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemanakertrans), BNP2TKI dan juga Kementerian luar Negeri (Kemenlu). "Hasilnya apakah Kemenakertrans sendiri sudah berikan atensi, apakah BNP2TKI sudah berikan atensi untuk solusi-solusi semacam ini? Apakah Kemenlu juga sudah mendengar atau melihat langsung kondisi riil ini terhadap implementasi tersebut?" kata Ibas.
Persoalan TKI kembali mencuat setelah Ruyati binti Satubi dihukum qisas pancung atas
tuduhan pembunuhan terhadap ibu majikannya yang bernama Khairiyah Hamid yang berusia 64 tahun dengan pisau jagal dan kemudian dilanjutkan dengan menusuk leher korban dengan pisau dapur.
Motif pembunuhan adalah karena rasa kesal akibat sering dimarahi oleh ibu majikannya karena gaji yang tidak dibayarkan selama 3 bulan (sebesar total SR 2.400) dan tidak mau memulangkannya meskipun sering diminta.
(ken/fay)











































