"Dia tiap hari telepon dan saya tetap mengajak pulang. Katanya dia mengalami penyumbatan jantung lagi, dan terus melakukan terapi agar baikan. Mungkin dalam 2-3 minggu ini belum akan pulang ke Indonesia," jelas Ruhut saat dikonfirmasi detikcom, Senin (20/6/2011).
Ruhut terakhir melakukan kontak pada Minggu (19/6) malam. Keduanya saling berbagi cerita. "Aku terus bujuk dia datang ke Indonesia. Nah dia janji kalau dokter bilang sudah bisa berobat jalan dia akan pulang," terang Ruhut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi dia merasa dizalimi Pak Amir, nah Pak Amir itu kan bekas asisten Pak OC, jadi dia memilih Pak OC. Jadi ada pengalaman," imbuhnya.
Nazaruddin berada di Singapura sejak 23 Mei 2011. KPK baru mengeluarkan surat cegah ke luar negeri untuk dia esok harinya pada 24 Mei.
KPK akan memeriksa Nazaruddin terkait kasus pelaksanaan proyek di Kemendiknas dan kasus Kemenpora dalam dugaan suap kasus Wisma Atlet. Namun Nazaruddin tidak datang dalam 3 panggilan yang telah dilayangkan KPK. Dia beralasan masih menjalani perawatan di Singapura dan telah menunjuk pengacara OC Kaligis.
(ndr/nrl)










































