"Ya tadi ada pecah ban pesawat Surabaya-Batam di Batam pukul 08.30 WIB. Semua penumpang selamat, tidak ada korban. Penumpang yang akan menggunakan pesawat itu sudah terbang dengan pesawat lainnya," ujar PR Manager Batavia Air, Elly Simanjuntak, saat dihubungi detikcom, Senin (20/6/2011).
Informasi yang dikumpulkan detikcom, ban pesawat yang pecah adalah sebelah kanan belakang. Ban pecah sesaat setelah mendarat, kala pesawat akan membelok ke tempat parkir.
Pesawat bernomor penerbangan Y6536 dari Surabaya itu mengangkut sekitar 168 penumpang. Akibat pecah ban tersebut, jadwal penerbangan pesawat ke Padang sempat mengalami keterlambatan sekitar 3 jam. Informasinya, pesawat tersebut akan menerbangkan penumpang ke Padang.
Saat peristiwa terjadi, salah seorang penumpang mengaku mendengar suara seperti ledakan. Ternyata ledakan itu adalah suara letusan ban.
"Saya sempat dengar suara seperti ledakan, dan kita sempat kaget mendengar suara ledakan itu yang belakangan kami tahu ternyata bannya yang pecah. Kami lalu dibawa dengan bus bandara," kata salah seorang penumpang, Dianto.
Humas otorita Batam sekaligus humas Bandara Hang Nadim Joko Wiwoho membenarkan peristiwa tersebut terjadi sesaat setelah pesawat mendarat. "Pesawat itu pecah ban setelah mendarat, tidak ada korban jiwa," ucapnya.
Pesawatnya kini sudah bisa beroperasi? "Masih dalam proses ganti ban. Penumpang tujuan Padang sudah berangkat dengan pesawat lain," kata Joko.
16 Juni lalu, pesawat Batavia Air juga mengalami pecah ban tidak lama setelah mendarat di Sorong. Pesawat itu memiliki rute panjang yakni Jakarta-Surabaya-Ujung Pandang-Manokwari-Sorong. Atas insiden itu, penerbangan mengalami keterlambatan. Namun Batavia Air telah memberikan kompensasi kepada penumpang sesuai prosedur.
(vit/nrl)











































