"Saya meminta Pak Menlu bersikap ksatria, berniat mengundurkan diri atau mencopot dubes RI di Arab Saudi," ujar anggota Komisi I dari FPAN Teguh Juwarno.
Teguh mengatakan itu dalam raker Komisi I dengan Kemenlu di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa Bapak berniat mengundurkan diri? Karena beliau pasti marah kasus Ruyati hanya beberapa hari setelah beliau pidato di hadapan dunia internasional," kata TB Hasanuddin.
Desakan mundur juga disuarakan anggota FPG Jeffry Geovanni. Menurutnya, Menlu tidak serius menangani masalah TKI sehingga wajib mengundurkan diri.
"Harusnya sebagai menteri harus bisa bersikap lebih tegas terkait ini. Sebaiknya Saudara Menteri mundur saja. Saya tidak lihat keseriusan Saudara Menteri," imbuh Jeffry.
Menanggapi desakan itu, Menlu menjawab, pihaknya telah berusaha maksimal dalam melindungi TKI.
"Sekali lagi konteks masalah ini harus dilihat lebih luas mengenai kinerja kemenlu tugas kami untuk memastikan perlindungan WNI sudah optimal. Tantangan masalahnya semakin meningkat dan harapannya juga meningkat," kata Menlu.
Ruyati dihukum pancung oleh pemerintah Arab Saudi pada Sabtu (18/6) lalu. TKI itu dihukum karena membunuh majikannya akibat kesal sering dimarahi. Keluarga Ruyati baru diberi tahu atas hukuman itu pada Minggu (19/6) pagi kemarin.
(nik/nrl)










































