Jika Terbukti Memalsukan Dokumen, Penyalur Ruyati Terancam Dipolisikan

Jika Terbukti Memalsukan Dokumen, Penyalur Ruyati Terancam Dipolisikan

- detikNews
Senin, 20 Jun 2011 13:51 WIB
Jika Terbukti Memalsukan Dokumen, Penyalur Ruyati Terancam Dipolisikan
Jakarta - Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) meneliti dugaan pemalsuan dokumen yang diduga dilakukan oleh penyalur Ruyati. Jika terbukti, si penyalur bakal dicabut SIUP-nya.

"Sanksinya akan diusulkan ke Kemenakertrans sesuai peraturan yang berlaku, maksimal pencabutan SIUP. Kalau ada unsur pidana seperti pemalsuan dokumen akan dilaporkan ke kepolisian," kata Deputi Bidang Perlindungan Hukum Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Lisna Yoeliani Poeloengan.

Hal ini disampaikan Lisna di kantornya, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, Senin (20/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan dia, BNP2TKI sudah melakukan klarifikasi. Namun, kata dia, dokumen yang dibawa PPTKIS belum lengkap dan akan dilengkapi minggu ini.

"Jadi hanya membawa kelengkapan lainnya misalnya yang dibawa perjanjian penempatan tenaga kerja, perjanjian kerja sama penempatan, nanti kita akan urut semua persyaratan tersebut kalau sudah lengkap," paparnya.

Apa ada indikasi pemalsuan umur? "Itu justru yang akan kita lihat nanti. Nanti akan kita cermati dulu, teliti, dan bisa disimpulkan," jawab Lisna.

Ruyati berangkat ke Arab Saudi sebagai TKW dengan menggunakan jasa pengirim tenaga kerja PT Dasa Graha Utama Bekasi. Menurut LSM Migrant Care, umur Ruyati dimudakan 9 tahun.

Menjadi TKW bukan barang baru bagi Ruyati. Abu Dhabi (Uni Emirat Arab) merupakan negara pertama di Timur Tengah yang disinggahi oleh mantan buruh tani itu. Baru pada 2002, Ruyati bekerja di Arab Saudi hingga 2007. Setahun kemudian, Ruyati kembali mendaftarkan diri sebagai TKW untuk ditempatkan di Makkah, Arab Saudi. Di sinilah Ruyati mengakhiri hidup dengan tebasan pedang.

(aan/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini