Amien Diminta Tidak Gusur Warga Kuto Laut Palembang
Selasa, 22 Jun 2004 19:05 WIB
Palembang - Amien Rais diwanti-wanti oleh warga di kampung Kuto Laut, Ilir Timur II, Palembang. Bila Amien menjadi presiden, mereka meminta agar Amien tidak menggusur mereka. Warga meminta agar rencana pembangunan jembatan Musi III dipindahkan, tidak berada di lahan kampung turunan etnis Arab itu. Persoalannya bukan hanya ganti rugi, tapi ribuan warga pendatang yang mengontrak di kolong rumah penduduk asli akan kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian."Kami di sini siap mendukung Pak Amien, dan siap memenangkannya. Permintaan kami hanya satu, jika Pak Amien terpilih sebagai presiden kami mohon rencana pembangunan jembatan Musi III jangan melintasi lahan kampung kami ini," kata seorang warga, saat berdialog dengan Fatimah Rais, saudara kandung Amien Rais, di kediaman keluarga Muhammad Baraqbah, Selasa (22/6/2004). Terhadap tuntutan tersebut, Fatimah menjanjikan akan menyampaikannya kepada Amien Rais. Fatimah sendiri hari ini melakukan kunjungan ke sejumlah pemukiman penduduk di tepian Sungai Musi menggunakan perahu Jukung. Dimulai dari kampung Terusan Laut, Sei Lais, Kalidoni Palembang. Di sini Fatimah Rais beserta rombongan bertemu dengan warga di rumah Haji Isoed, kemudian melanjutkan perjalanan ke 16 Ulu, dan menemui Haji Hamid sebagai tokoh ulama di kampung itu.Sambutan luar biasa justru terasa di kampung Kuto Laut. Di kampung yang sebagian besar adalah etnis turunan Arab dan para pendatang dari Jawa ini, Fatimah Rais diajak berkeliling kampung. Sambil membagikan kartu nama Amien-Siswono, Fatimah bertemu dengan warga secara langsung, terutama yang tinggal di bawah kolong rumah panggung.Di kampung ini Fatimah Rais membantu beasiswa anak-anak sekolah dasar dari keluarga yang tidak mampu. Bantuan beasiswa selama setengah tahun itu diberikan kepada 50 anak. Dan untuk tahun ajaran baru ini Fatimah Rais memberikan bantuan beasiswa terhadap 300 anak sekolah dasar."Menang atau kalah, beasiswa hukumnya wajib. Jadi jangan berpikir ini kalau Pak Amien kalah beasiswa nggak ada. Ini salah satu langkah kecil memperbaiki persoalan pendidikan di negeri ini," katanya.Putri Amien Kunjungi Pasar Sementara itu, putrid Amien Rais Hanum Salsabila mengunjungi pasar inpres di Jalan Jenderal Sudirman, Lubuklinggau, Sumsel, Selasa(22/6/2004). Dia pun menyempatkan makan siang di warung kecil di pasar itu. "Para pedagang banyak menyampaikan keluhan atau harapan kepada Amien Rais melalui Hanum," kata Sehabuddin dari Media Center Tim Pemenangan Dwitunggal Amien-Siswono Lubuklinggau. Menurut Sehabuddin, di pasar itu Hanum pun berbelanja sejumlah kebutuhan pokok, seperti sayuran dan ikan sungai. Setelah berkunjung ke pasar, Hanum melakukan pertemuan dengan sejumlah aktifis NGO dan mahasiswa di Hotel Royal, lalu dilanjutkan ke panti asuhan Siti Khodijah di Talang Bandung Kiri. Malam ini Hanum beserta rombongan akan melanjutkan perjalanan ke Palembang dengan menggunakan keretaapi. Di Palembang dia akan melakukan pertemuan dengan komunitas Slankers.
(asy/)











































