"Saya sudah pernah komunikasi sejauh menanyakan kabar, bagaimana kesehatan dan sebagainya, dan saya sampaikan juga agar segera sembuh dan kembali ke Jakarta," ujar Ibas di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2011).
Seperti diketahui, Nazaruddin sudah beberapa kali mangkir dari pemanggilan KPK. Nazaruddin dipanggil sebagai saksi untuk dugaan korupsi di Kemendiknas dan Kemenpora.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibas juga menilai tidak perlu tim DPP terus menemui Muhammad Nazaruddin di Singapura. Sebab, komunikasi dengan Nazaruddin bisa dilakukan dengan cara lain.
"Saya kira tidak perlu harus tim DPP datang bertemu setiap saat kepada yang bersangkutan. Karena komunikasi itu kan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Komunikasi bisa dilakukan secara jarak jauh, atau pun bertemu tatap muka, surat menyurat atau telekomunikasi," ujarnya.
Namun, kata Ibas, pihaknya terus berkomunikasi dengan Nazaruddin. "Jadi sekali lagi, pola-pola komunikasi akan terus kami lakukan, yang sudah dilakukan kawan-kawan (Demokrat-red)," ujarnya.
(lrn/rdf)











































