"Kami tidak bertitik tolak dari BBM (Nazaruddin). Lebih baik dari alat bukti," kata Ketua KPK Busyro Muqoddas sebelum rapat kerja dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/6/2011).
Busyro menegaskan KPK pasti akan memanggil Nazaruddin. Namun demikian, ketika ditanya kapan pemanggilan Nazaruddin, Busyro enggan membocorkannya. Busyro juga mengaku belum melihat surat sakit Nazaruddin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nazaruddin melempar bola panas dari persembunyiannya di Singapura. Nazaruddin menyebut tiga nama yang menurutnya memainkan uang suap Wisma Atlet Sea Games Palembang.
"Yang bermain anggaran di Sesmenpora itu Ibu Angelina Sondakh, Pak Wayan Koster, dan Pimpinan Banggar Pak Mirwan Amir, bukan saya," tutur Nazaruddin dalam pesan BBM.
Dua di antara tiga nama tersebut adalah rekannya sendiri di internal PD. Angelina Sondakh menjabat tim banggar Komisi X DPR dari FPD, sedangkan Mirwan Amir tak lain adalah Wakil Ketua Banggar DPR dari FPD. Sementara satu orang lagi, Wayan, adalah anggota Komisi X DPR dari FPDIP.
Menurut Nazaruddin, hal tersebut sama dengan yang dilaporkan Angelina Sondakh kepada tim investigasi PD atau Tim Pencari Fakta (TPF). Meski TPF menuturkan tak ada keterkaitan Angelina dengan suap Kemenpora. "Itu penjelasan Angelina di depan tim TPF (tim investigasi PD)," jelasnya. Anggie dan Wayan Koster telah membantah tudingan Nazaruddin.
(aan/fay)











































