Mereka yaitu Mei (15), Linda (24) dan Sinta (19), Laura (16), Eba (24), Rosani (25) dan Yani (16). "Mereka tiba di Jakarta kemarin. Saat di rekrut di Ambon, mereka dijanjikan akan dipekerjakan di supermarket di Jakarta," kata kuasa hukum 7 orang tersebut, Fatah saat berbincang dengan detikcom, Minggu, (19/6/2011) malam.
Namun mereka kaget, setelah tiba di Jakarta, mereka bukannya dipekerjakan di supermarket tetapi justru akan diterbangkan ke Malaysia dan Singapura. Lantas, pagi ini mereka kabur dari rumah penampungan dengan berpura-pura membeli makanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai mendapati laporan ini, polisi dan warga sekitar segera mendatangi TKP. Sempat terjadi cek-cok dan adu mulut antara pengelola tempat penampungan dan warga. Guna menghindari hal yang tidak diinginkan, 3 pengelola tempat penampungan yakni ES, SF dan S di giring ke Polres Jaktim guna diperiksa lebih lanjut.
"Dugaan kami, ini termasuk modus penjualan perempuan. Karena awalnya akan di pekerjakan di Jakarta tapi tiba-tiba akan diberangkatkan ke negeri tetangga," tuntas Fatah.
(asp/her)










































