"Tawuran dari habis maghrib," kata salah seorang warga setempat, Ade Purnama (27) kepada detikcom lewat fasilitas info anda, Minggu, (19/6/2011).
Tawuran di kawasan ini sudah terbiasa terjadi. Dalam setiap tawuran, umumnya massa merusak halte busway yang berada di tengah jalan. "Ini entah yang keberapa. Halte rusak," tambah Ade.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak ayal, tawuran yang berjalan cukup lama ini membuat jalan di Jalan Sultan Agung terhambat. Namun karena hari libur, arus lalu lintas bisa dialihkan ke jalan di sekitar area tawuran. "Sudah berhenti tawurannya sejak pukul 20.15 WIB. Sekarang massa telah membubarkan diri. Polisi tapi masih ada yang berjaga-jaga," tuntas Vito.
(asp/her)











































