"Semuanya 16, satu komandan kompi dan 15 seniornya akan kita periksa semua," ujar Kadispen TNI AD Brigjen Wiryantoro kepada detikcom, Minggu (19/6/2011).
Menurut Wiryantoro, 16 anggota TNI tersebut rencananya akan diperiksa di POM TNI di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Namun hingga kini baru komandan kompi yang bisa dihadirkan ke POM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila terbukti bersalah, 16 anggota TNI tersebut akan dikenai sanksi berat sesuai dengan kesalahannya. "Saya tidak mau berandai-andai, yang jelas sanksi tegas dan keras pasti diberikan bila mereka memang terbukti bersalah dalam kasus ini," imbuhnya.
Prada Agiopan diduga tewas di tangan komandannya pada Sabtu (18/6) kemarin di tempat tugas. Kadispen TNI AD Brigjen Wiryantoro membenarkan adanya kekerasan yang dilakukan kepada Prada Agiopan.
"Diduga yang bersangkutan meninggal karena ada tindakan oleh senior dan komandan kompinya. Tindakan itu berlebihan, tapi sudah kita urus semua," ujar Wiryantoro.
Menurut Wiryantoro, Prada Agiopan adalah anggota yang sering melakukan pelanggaran disiplin. Kemudian para senior dan komandan kompi memberikan tindakan, namun tindakan tersebut dinilai berlebihan karena menyebabkan tewasnya Agiopan.
"Yang bersangkutan memang sering melakukan tindakan indisipliner, tetapi tetap akan kita proses semua seniornya termasuk komandan kompinya. Ini untuk mengetahui mereka bersalah atau tidak dalam kasus ini," imbuhnya.
(her/lh)











































