"Besok tahlil massal akan dilakukan pukul 19.00 WIB. Sekitar 1.000 orang akan mengikuti kegiatan itu di depan Istana," ujar analis kebijakan Migrant Care Wahyu Susilo saat dihubungi detikcom, Minggu (19/6/2011).
Sebelum tahlil digelar, Migrant Care berencana mendatangi Kementerian Luar Negeri untuk meminta penjelasan lengkap terkait dipancungnya Ruyati. Menurut Migrant Care, eksekusi mati terhadap Ruyati merupakan bentuk keteledoran diplomasi perlindungan PRT migran Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruyati teleh dieksekusi di Arab Saudi pada hari Sabtu kemarin atas vonis terhadap pembunuhan seorang perempuan Arab Saudi. Ruyati dilaporkan telah mengakui perbuatannya. Ia disebut melakukan aksinya dengan menggunakan sebilah golok.
Minggu lalu Amnesty Internasional telah mengutuk penggunaan hukuman pancung di Arab Saudi dan meminta negara yang kaya akan minyak tersebut untuk menghentikan kebijakannya tersebut.
(vit/anw)










































