Pernyataan Menkum Soal Perbedaan Nama Nunun di Website Interpol Absurd

Pernyataan Menkum Soal Perbedaan Nama Nunun di Website Interpol Absurd

- detikNews
Minggu, 19 Jun 2011 09:10 WIB
Pernyataan Menkum Soal Perbedaan Nama Nunun di Website Interpol Absurd
Jakarta - Nama Nunun Nurbaetie, tersangka kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI telah diperbaiki di website Interpol. Sebelumnya dalam website tersebut ia tercantum dengan nama Nunun Daradjatun. Pernyataan Menkumham Patrialis Akbar bahwa perbedaan nama tidak berpengaruh terhadap proses hukum dinilai absurd.

"Menkum HAM Patrialis Akbar menyepelekan masalah perbedaan nama Nunun dalam website mengingat foto yang terpampang adalah sama. Pernyataan ini absurd dan patut disayangkan karena secara hukum data pribadi sangat penting, bukan foto, agar tidak terjadi error in persona atau kesalahan orang dalam penangkapan atas seseorang," ujar pengamat hukum internasioanal Hikmahanto Juwana dalam siaran pers yang diterima detikcom, Minggu (19/6/2011).

Sebaliknya Hikmahanto memuji langkah polisi yang telah melakukan proses perubahan nama Nunun Nurbaetie dalam website Interpol. Kini, dalam website interpol, nama Nunun sudah sesuai yakni Nunun Nurbaetie Darajatun. Sebelumnya hanya tertulis Nunun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Polri patut diapresiasi atas perbaikan yang dilakukan terkait red notice Nunun yang terdapat perbedaan pencantuman nama pada website Interpol pusat yang berkedudukan di Lyons, Prancis dan interpol Indonesia. Nama yang terdapat di Interpol pusat sudah sesuai dengan interpol Indonesia," kata dosen Universitas Indonesia ini.

Sebelumnya Patrialis Akbar yakin perbedaan nama dalam situs Interpol tetap efektif untuk menemukan Nunun. Interpol menurut Patrialis tidak bodoh.

"Itu kan ada fotonya di paspor. Jadi nggak mungkin salah," ujar Patrialis, Kamis (16/6).

(adi/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads