Ini Wajah Miyagi Pasca Gempa dan Tsunami

Laporan dari Jepang

Ini Wajah Miyagi Pasca Gempa dan Tsunami

- detikNews
Minggu, 19 Jun 2011 03:23 WIB
Ini Wajah Miyagi Pasca Gempa dan Tsunami
Jakarta - Perfektur atau provinsi Miyagi menjadi daerah yang cukup parah terkena dampak gempa dan tsunami di Jepang. Sisa puing-puing itu kini masih berserakan. Mobil-mobil bangkai masih bergelimpangan. Bahkan, bau amis pun masih tercium.

Ya, itulah gambaran kawasan Kesennuma dan Sendai di provinsi Miyagi, Jepang. Rombongan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Negara Ani Yudhoyono meninjau langsung lokasi ini. Keduanya juga sempat menyerahan bantuan senilai US$ 2 juta kepada pengungsi.

Meski bencana itu sudah berlalu tiga bulan lamanya, kondisi di kawasan ini belum sepenuhnya normal. Transportasi umum belum berjalan. Khususnya kereta karena rel yang biasa digunakan masih tertimpa puing-puing bangunan dan kendaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, aktivitas pencarian ikan di kawasan ini juga belum dimulai. Pelabuhan masih lumpuh. Para pekerja pun masih sibuk membersihkan sisa-sisa bangunan dan semua dampak kerusakan yang ada.

Sebuah tanki besar masih tergeletak di jalanan. Bahkan sebuah kapal tanker besar pun belum terusik dari lokasi yang jauh dari lautan. Mobil yang nyangkut di perumahan warga juga masih ada. Kondisi ini diperparah oleh bau amis yang sangat menusuk hidung. Tak jarang warga masih ada yang memakai masker saat berpergian.

Namun, kondisi di atas tak membuat warga frustrasi. Petugas kebersihan terus memnyingkirkan puing-puing. Tak ada lagi air mata dan kesedihan. Yang ada hanya perjuangan untuk membuat hidup lebih baik.

Walikota Kesennuma, Shigeru Sagawara, mengatakan warganya tak pernah menyerah. Bantuan yang ada dari pemerintah dimanfaatkan dengan baik. Tak heran, tiga bulan setelah bencana, 150 rumah hunian sementara sudah tersedia plus semua fasilitas penunjangnya.

Ke depan, bakal dibangun lagi 70 ribu rumah serupa di Miyagi dan Fukushima. Diharapkan, tak ada lagi pengungsi yang tinggal di gedung olahraga atau penampungan lainnya.

"Kami akan terus berjuang membenahi kota ini," kata Sagawara saat menyampaikan sambutan di hadapan presiden SBY dan Ibu Negara.

(mad/adi)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads