"KRL Mania menyesalkan kejadian ini, tetapi juga sudah memprediksi bahwa pola operasi baru yang hari ini diujicobakan oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan anak perusahaannya PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), berisiko menuai protes dari penumpang KRL Ekonomi yang jadwal perjalanannya dikurangi," kata moderator milis KRL Mania Nurcahyo dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (18/6/2011).
Nurcahyo menengarai ada tiga alasan kenapa calon penumpang KRL Ekonomi melakukan protes dengan cara yang anarkis tersebut. Pertama, menurutnya pelayanan buruk yang tak kunjung diperbaiki oleh PT KAI. Selama ini pelayanan dari KAI/KCJ tidak memuaskan. Berbagai masalah dari puluhan tahun lalu terus berlangsung, seperti keterlambatan, pembatalan kereta, mogok di tengah jalan, pengumuman yang tidak jelas, fasilitas stasiun yang amburadul, dan sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara alasan ketiga, menurutnya, pola operasi baru meminggirkan KRL Ekonomi. Berdasarkan jadwal KCJ, perjalanan KRL Ekonomi dikurangi, meski meski tarifnya tetap, yakni Rp 2.000.
"Pada jam sibuk 05.00-08.00, saat ini jumlah perjalanan lintas Bogor/Depok-Tanah Abang/Kota, ada 32 perjalanan (Ekonomi Panas 13 tarif Rp 2.000, Ekonomi AC 4 bertarif Rp 5.500, Ekspres 15 tarif
Rp 11.000)."
Sementara jadwal baru per 2 Juli 2011, total perjalanan ada 29 (ekonomi 9 perjalanan tarif tetap, Commuter Line 20, tarif Rp 9.000).
"Saat ini saja KRL Ekonomi sudah sedemikian padat, sehingga banyak yang naik ke atap. Jika ada gangguan satu gangguan dan perjalanan batal, terjadi kekacauan luar biasa. Apalagi jika berkurang 4 perjalanan," keluh Nurcahyo.
KRL Mania pun mengimbau agar KAI/KCJ dapat menghentikan rencana pola operasi baru dengan tarif naik dan jadwal yang berkurang ini.
"Kami mengimbau agar Kementerian Perhubungan, diawasi oleh UKP4 dapat menghentikan rencana pola operasi KAI/KCJ yang merugikan rakyat kecil ini." katanya.
(anw/adi)











































