Poltak Sitompul, salah seorang warga yang melintas di lokasi longsoran tersebut sekitar pukul 22.00 WIB, menyatakan, longsoran dari perbukitan ada di beberapa titik di kawasan perbatasan Kecamatan Pahae Jae dan Kecamatan Pahae Julu. Kendati banyak titik longsoran, namun volume tanah yang luruh dari perbukitan itu tidaklah sebanyak waktu gempa pertama yang sempat menimbun seluruh badan jalan dan tidak bisa dilalui sama sekali.
"Tanah longsoran tidak sampai menutup semua badan jalan. Hanya sebagian saja, separuh badan jalan. Jadi, dapat dilalui tapi perlahan, sekarang jalanan tidak macet lagi," kata Sitompul melalui jaringan telepon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah memastikan aman, para pengemudi kemudian melanjutkan perjalanan, keluar dari areal longsoran yang berada pada kilometer 28 dan 30 dari Tarutung, ibukota Tapanuli Utara, atau sekitar 310 kilometer dari Medan, ibukota Sumut.
Gempa berkekuatan 5,1 SR mengguncang Tapanuli Utara, sekitar pukul 18.58 WIB. Sejauh ini, belum diperoleh adanya laporan kerusakan akibat gempa tersebut. Gempa ini merupakan susulan dari gempa sebelumnya pada Selasa (14/6/2011) lalu terjadi dua kali, yakni pada pagi pukul 07.58 WIB dan pukul 10.00 WIB dengan kekuatan masing-masing 5,5 SR.
(rul/anw)











































