"Dwi diamankan pada Kamis siang. Ketika itu tidak sengaja, saat Chandra sedang jalan di Mal Slipi Jaya ketemu dengan Dwi. Lalu diamankan, dengan maksud menyerahkan kepada petugas Polisi," ujar Mertua Chandra, Andi.
Hal tersebut dikatakannya kepada wartawan di rumah yang dijadikan penyekapan Dwi, perumahan elit Banjar Wijaya, Cluster Italy, Blok 18/B No.34. Cipondoh, Kota Tangerang, Sabtu (18/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi, saya tidak tahu iming-imingnya berapa. Yang jelas dia itu licin, DPO sudah 2 tahun di Palembang. Orangtua Chandra adalah salah satu korbannya. Dia dua mobil, Avanza dan Kijang," tegasnya.
Andi mengakui, ketika digerebek kediaman Chandra oleh petugas Polda. Chandra buru-buru mengeluarkan fax yang dikirim dari Polres Palembang ke rumah Chandra yang menyatakan Dwi adalah penjahat.
"Sebenarnya Chandra sudah melaporkan pengamanan ini ke polsek terdekat. Tapi karena lokus-nya di Palembang, polsek sini tidak mau menerima," ujarnya.
"Bahkan, Chandra sempat membawa tukang urut saat Dwi sempat kaburr. Kasih makan, keluarga ini tidak mungkin tega dengan Dwi. Karena memang masih ada hubungan kekerabatan," ujarnya.
(gah/gah)











































