PPP Minta Parliamentary Threshold Dibahas di Setgab

PPP Minta Parliamentary Threshold Dibahas di Setgab

- detikNews
Sabtu, 18 Jun 2011 15:32 WIB
PPP Minta Parliamentary Threshold Dibahas di Setgab
Jakarta - Bagi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), nilai ambang batas parlemen (parliamentary threshold) 5 persen yang didukung oleh sejumlah partai besar terlalu tinggi dan dapat menghilangkan keragaman. PPP mengusulkan persoalan ini dibahas di Setgab Koalisi.

"Menurut saya Setgab harus membahas ini. Persoalan PT ini persoalan besar, bagaimana kita harus menata kembali sistem kepartaian kita untuk masa depan parpol yang lebih baik," kata politisi PPP, Lukman Hakim Saifuddin, usai menghadiri
acara diskusi Polemik Trijaya bertajuk "Tragedi Siami dan Negeri Kleptokrasi" di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (18/6/2011).

Lukman memohon partai-partai besar memahami realitas konfigurasi politik di tanah air. "Bagaimana pun juga PT yang terlalu tinggi dapat menhilangkan keragaman, pluralitas, kemajemukan bangsa ini. Karena kalau PT terlalu tinggi, hanya yang besar-besar saja yang terwakili, semakin banyak sekitar 30-an juta suara akan hilang atau hangus. Ini sangat mengancam realitas ke-Indonesiaan kita karena perpolitikan tercermin dari keberagaman itu," papar Lukman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lukman mengimbau agar partai yang mempunyai suara mayoritas memiliki jiwa besar, legowo untuk bisa mengakomodasi keberagaman ini.

"Jadi jangan menetapkan PT terlalu tinggi. Jadi 5 persen itu menuut saya terlalu tinggi. Menurut saya yang saat ini sudah cukup memadai dengan hanya 9 parpol yang ada di DPR ini. Di fraksi 2, 5, paling tinggi 3 lah," ujar pria yang juga wakil ketua MPR ini.

(aan/gah)


Berita Terkait