"Harus ada pernyataan baru soal M. Nazaruddin dari PD. Memang dulu sudah ada, namun sekarang harus disikapi secara resmi dari kelembagaan. Nazaruddin kan masih Bendahara Fraksi, jadi ini harus dipikirkan lebih serius. Publik juga sudah menunggu," ujar Direketur Eksekutif Indobarometer, M. Qodari ketika dihubungi detikcom, Sabtu (18/6/2011).
Menurut Qodari, kasus M. Nazaruddin ini telah menjadi bola panas bagi Demokrat yang sudah tidak mungkin bisa dipegang lagi. Serangan balik Nazaruddin ke Demokrat juga menunjukkan makin susahnya Nazaruddin untuk dipegang dan menunjukkan ia tidak mau menjadi korban sendiri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah Nazaruddin juga bisa menyebabkan runtuhnya citra SBY dan Demokrat yang selama ini memiliki kekuatan pencitraan di bidang penegakan hukum. Seharusnya ini dipertahankan oleh PD agar publik tidak kehilangan kepercayaan terhadap partai pemenang pemilu 2009 ini.
"Citra penegakan hukum yang diusung oleh SBY dan PD terlihat mulai kendor, mulai dari kasus Ary Muladi, Century, Bibit-Chandra, Susno Duadji, Gayus Tambunan, hingga yang terakhir masalah Nazaruddin ini," pungkas Qodari.
(mok/nvc)










































