"Jika itu contek massal, nilai seperti ini tidak akan terjadi," ujar M Nuh sebelum jumpa pers soal bakteri enterobacter sakazakii pada susu formula di Kemendiknas, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (17/6/2011).
Dia lantas menunjukkan kepada wartawan nilai-nilai yang diperoleh siswa kelas 6 SDN Gadel II dengan menggunakan infocus. Dalam layar terlihat nilai-nilai para siswa. Untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, yang paling rendah nilainya adalah 7,60 dan didapat oleh 2 siswa. Nilai tertinggi adalah 9,80 dan diraih oleh 2 siswa. 9,40 Adalah nilai pelajaran Bahasa Indonesia yang paling banyak didapat oleh siswa yang mengkuti UN di SDN Gadel, yakni diperoleh oleh 16 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meskipun opini publik demikian (ada contek massal) tapi saya tetap berdasarkan data yang ada, yaitu nilai ini," tegas M Nuh.
Adanya instruksi mencontek massal di SDN Gadel II disuarakan oleh Siami atas laporan putranya, Alif. Alif diminta gurunya untuk membagi jawaban kepada teman-temannya saat UN berlangsung. Siami dan keluarganya harus meninggalkan rumahnya untuk mengungsi demi menghindari kemarahan warga. Warga menuding Siami tidak punya hati karena akibat kejujurannya mengungkap mencontek massal, kepala sekolah dan dua guru SDN Gadel II/577 Tandes diberi sanksi.
Sebelumnya, M Nuh menyampaikan bahwa tidak ada kasus contek massal di SDN Gadel II. Keyakinannya muncul dari temuan bahwa tidak ada pola jawaban 60 siswa yang tidak identik.
(vit/nrl)










































