Amien Hormati Sikap Elit PKS

Amien Hormati Sikap Elit PKS

- detikNews
Selasa, 22 Jun 2004 17:05 WIB
Solo - Massa dan simpatisan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sering ikut dalam kampanye Amien Rais, meskipun belum ada sikap resmi dari DPP PKS untuk memilih salah satu pasangan capres dan cawapres. Namun Amien mengaku tidak akan mendesak agar PKS mendukungnya dengan alasan khawatir disebut mempengaruhi para elit PKS.Hal tersebut disampaikan Amien Rais kepada wartawan usai tampil dalam kampanye terbuka di Lapangan Kottabarat Solo, Selasa (22/6/2004). Untuk diketahui, sejauh ini PKS masih belum mengumumkan sikap resmi dukungannya kepada salah satu dari kelima pasangan capres dan cawapres. Dalam pemilu yang lalu perolehan suara PKS jauh mengungguli PAN.Amien mengaku telah mendengar adanya bocoran bahwa sejauh ini di internal pimpinan PKS ada beberapa pilihan untuk mendukung capres. Namun, kata Amien, yang paling kuat adalah antara memilih dirinya dan Wiranto. Amien mengaku akan menghormati pilihan apa pun yang akan diputuskan oleh DPP PKS."Pemilu tinggal 13 hari lagi, elite PKS tetap belum memberikan sikap. Saya tidak bisa komentar apa-apa kecuali menghormati sepenuhnya keputusan teman-teman PKS. Kalau saya mengharap-harap nanti dikira mempengaruhi, kalau tidak mengharap nanti disangka tidak butuh. Ya saya netral saja. Apa pun yang akan dipilih PKS saya akan menghormati dan mengapresiasi," ujar Amien.Kabinet BayanganDalam kesempatan tersebut Amien juga mengatakan bahwa pihaknya tidak akan mengumumkan susunan kabinetnya dalam waktu dekat dengan alasan takut menjadi titik balik yang justru menimbukan antipati pemilih kepada dirinya."Semua teman mengatakan bahwa dengan menyebut nama kabinet orang bisa berbalik antipati. Kultur kita bukan kultur Barat. Di Barat ada perdana menteri bayangan, menteri luar negeri bayangan, bahkan ada kabinet bayangan," papar Amien Rais."Untuk kultur kita, kalau ada capres atau cawapres mengumumkan itu maka akan langsung mbleseg (tenggelam) dan bahkan akan drop karena dianggap nggege mangsa atau mendahului takdir. Karena saya orang Jawa, saya mempercayai itu. Kalau toh akan diumumkan, nanti setelah putaran I," lanjutnya. (nrl/)


Berita Terkait