Setidaknya itu harapan SBY saat bertemu dengan para mahasiswa yang sebagian besar berkuliah di GRIPS. Kedekatan Indonesia dan Jepang dalam dunia pendidikan sudah terjalin lama.
Bahkan, SBY sempat membanggakan tiga anggota rombongannya yang hadir dalam kunjungan kali ini dan tak lain adalah lulusan Jepang. Mereka adalah anggota Wantimpres Ginandjar Kartasasmita, Jubir Kepresidenan Julian Pasha, dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Indonesia, kampus GRIPS merupakan pusat pembelajaran yang baik untuk penelitian kebijakan dan pendidikan. SBY pun berharap, para mahasiswa lulusan GRIPS bisa kembali dan membangun Indonesia yang lebih baik setelah lulus nanti.
"Jadi terimakasih GRIPS, dan terimakasih Jepang atas persahabatan yang baik ini," kata SBY.
Siapa saja mahasiswa Indonesia yang kuliah di Jepang? Sedikitnya ada ratusan orang yang tercatat. Sebagian ada yang mengajukan pertanyaan pada SBY.
Misalnya Ketua Asosiasi Pelajar Indonesia di Jepang, Fithra Faisal Hastiadi yang menanyakan pada SBY tentang kebijakan ekonomi Indonesia terutama setelah masuk dalam 5 negara paling baik dalam ekonomi versi bank dunia. Faisal juga menyampaikan rasa bangganya atas hal tersebut.
"Saya justru lebih bangga pada saudara. Kami semua di Indonesia juga lebih bangga," kata SBY. "Kembali ke Indonesia dan bergabung dengan kami untuk membangun bangsa jika saudara sudah selesai," lanjutnya.
Ada juga mahasiswa lain seperti Yudi Aziz yang belajar Osada Laboratory GRIPS. Tak ketinggalan, ada juga anggota kepolisian yang sedang bersekolah yakni Daniel W Mucharam. Apakah ketiganya dan puluhan mahasiswa lain yang berkuliah di Jepang bisa mengikuti jejak pemimpin sebelumnya? Kita nantikan saja.
(mad/gun)











































