Dia pun berinisiatif untuk melakukan aksi unjuk rasa sendirian, hanya dengan menggantungkan foto SBY di dada. Di bawahnya, tertulis 'Kepala Negara Bukanlah Nabi dan Bukanlah Malaikat'.
“Aksi ini artinya sudahi caci maki. Jangan mencela dan memfitnah. Kritik boleh tetapi jangan mencela,“ kata Muhammad di sela-sela aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat (17/6/2011).
Sebagai seorang loyalis SBY, Muhammad melihat kritik telah berubah caci maki yang tidak santun. Dia pun membuat lagu untuk menghibur SBY yang dianggap selalu menjadi sasaran fitnah.
“Hidup ini hanya sementara, kita akan kembali kepada-Nya. Memang sudah sifatnya manusia, banyak memfitnah banyak mencela,“ demikian syair lagunya.
Aksi sederhana ini cukup menyita perhatian pengendara yang melintas. Pengendara tersenyum simpul dan geleng-geleng kepala.
Sebab, Muhammad sembari menyebarkan leaflet berisi lagu karangannya juga bernyanyi keras-keras tanpa malu.
“Ini murni inisiatif sendiri, tidak dibayar. Senin lalu sudah aksi tetapi hanya 5 menit. Sekarang diberi waktu sama polisi 3 jam,“ ujarnya.
(Ari/nrl)











































