Informasi yang dihimpun detikcom, Kamis (16/6/2011), peristiwa bermula ketika warga melakukan aktifitas memanen tanaman padi di sawah yang berada di Kawasan lereng Gunung Sumbing itu. Tiba-tiba warga dikagetkan oleh suara teriakan wanita yang minta tolong dari areal persawahan milik Seneng.
Warga pun beramai-ramai menghampiri sumber suara dan ternyata mereka menemukan kedua pasangan istri itu bersimbah darah. Rukhimah dalam keadaan telentang tak bernyawa, sedangkan Seneng bersimbah darah dengan tubuh menindih dada istrinya dalam keadaan sekarat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga lalu berupaya mengevakuasi korban dan membawanya ke Rumah Sakit Tentara (RST) Soedjono Kota Magelang. Namun, karena luka di leher Seneng cukup parah, laki-laki ini meninggal dalam perjalanan.
Kadus Sampang Slamet Jarwono menceritakan, setelah mendapatkan laporan, dirinya langsung mendatangi lokasi, beberapa warga melihat sebuah pisau menancap di leher Rukhimah. Sementara di leher Seneng, terdapat sayatan benda tajam melintang tepat dibawah jakun sepanjang sekitar delapan sentimeter hingga memutus tenggorokannya.
Dugaan sementara, Seneng cemburu dengan bekas suami Rukhimah yang bernama Sarpin (57). Rukhimah kerap menengok anak hasil perkawinan pertamanya yang tinggal bersama Sarpin di Dusun Rejosari, Kecamatan Bandongan yang jaraknya tujuh kilometer dari rumah suami keduanya saat ini.
"Motif pembunuhan diduga karena cemburu, karena istri sering datang menengok anaknya yang kebetulan tinggal serumah dengan suami pertamanya si Sarpin," ujar Kapolres Magelang, AKBP Edy Murbowo.
Polisi masih memeriksa intensif dua saksi. Namun kemungkinan besar, kasus ini akan dihentikan karena korban dan pelaku sama-sama tewas.
"Sebab, dilihat dari delik hukum pidana apabila tersangka dan korban sama-sama terbunuh maka, bisa dimungkinkan kasus ini akan ditutup langsung. Namun, kita tetap memintai keterangan beberapa saksi," tegas Edy Murbowo.
(rdf/rdf)











































