LKaDe: Janji Para Capres Tak Realistis & Sulit Diwujudkan
Selasa, 22 Jun 2004 16:18 WIB
Jakarta -
Lembaga Kajian Demokrasi (LKaDe) menilai janji para capres dan cawapres pada waktu kampanye umumnya tidak realistis dan sulit diwujudkan. Para capres juga tidak mengemukakan bagaimana cara mewujudkan janji-janji yang disampaikan.Demikian menurut hasil evaluasi atas kampanye pemilu capres dan cawapres periode 1 Juni sampai 20 Juni oleh Lembaga Kajian Demokrasi (LKaDe) yang disampaikan dalam jumpa pers di Gedung Aspac, Jl. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Selasa (22/6/2004).Ketua LKaDe Sukowaluyo Mintohardjo menyatakan secara umum kampanye yang dilakukan capres dan cawapres tidak memuaskan. "Mereka hanya mengumbar janji yang sulit diwujudkan. Para capres ini tidak mengemukakan bagaimana cara mewujudkan janji-janji yang mereka sampaikan." Sukawaluyo, yang dalam jumpa pers didampingi Sekjen LKaDe Didi Supriyanto, lalu mencontohkan tentang janji capres untuk menurunkan harga BBM. "Itu tidak realistis karena jika menurunkan BBM maka harus menambah subsidi. Sementara anggaran untuk itu tidak ada," kata mantan ketua Komisi IX DPR ini.Contoh lainnya adalah janji para capres di bidang pendidikan. Hamzah Haz menjanjikan penghapusan SPP, Amien dan SBY menjanjikan pendidikan murah, sedang Mega menjanjikan memperbanyak beasiswa. "Jelas janji-janji itu sulit dipenuhi mengingat beban APBN semakin berat."Demikian juga janji capres yang akan menghukum mati koruptor yang disampaikan Wiranto dan SBY. "Ini tidak mungkin karena presiden tidak mungkin intervensi ke kekuasaan kehakiman. Hakim yang akan memutuskan perkara, bukan presiden," kata Sukowaluyo.Sementara tentang janji penyelesaian utang luar negeri yang disampaikan capres SBY, dinilai Sukowaluyo sebagai lips service alias janji gombal. "Itu cuma lips service."Anggota DPR dari PDIP ini mempersoalkan tidak transparannya dana kampanye kelima pasangan capres dan cawapres . "Ini penting karena bagaimana mereka mau memberantas KKN jika para capres in tidak membuka sumber dana kampanye."Dalam perhitungan LKDe, dana kampanye terbesar digunakan untuk iklan televisi. Dan dari pengumpulan data dari 11 stasiun televisi, pasangan Wiranto-Gus Solah mengeluarkan dana terbanyak untuk iklan televisi, yakni Rp 10,13 miliar. Berikutnya adalah Mega-Hasyim dengan dana Rp 9,93 miliar, SBY-Kalla Rp 8,1 miliar, Amien-Siswono Rp 2,56 miliar, dan Hamzah-Agum Rp 2,51 miliar.
(gtp/)










































