TK: Kita Mesti Belajar Kalah & Menang dari Kasus Siami

TK: Kita Mesti Belajar Kalah & Menang dari Kasus Siami

- detikNews
Kamis, 16 Jun 2011 17:05 WIB
TK: Kita Mesti Belajar Kalah & Menang dari Kasus Siami
Jakarta - Kasus contek massal yang dibongkar Siami dan anaknya, Alif, harus menjadi pelajaran bagi siapa pun. Setiap orang harus bisa belajar kalah dan menang dalam setiap ujian.

"Kita mesti belajar kalah dan menang. Padahal yang namanya nggak lulus itu pasti ada," ujar Ketua MPR Taufiq Kiemas saat dimintai tanggapan mengenai kasus Siami.

Hal itu ia sampaikan dalam silahturahim membicarakan tentang mencegah kebangkrutan negara di PP Muhammadiyah, Jl Menteng Raya, Jakarta, Kamis (16/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Taufiq, sekarang ini masyarakat menganggap tidak lulus ujian adalah suatu aib.

Kasus Siami melahirkan rasa prihatin berbagai kalangan. Sebab Siami dan keluarganya harus meninggalkan rumahnya untuk mengungsi demi menghindari kemarahan warga Gadel, Tandes, Surabaya.

Warga menuding Siami tidak punya hati karena akibat kejujurannya mengungkap mencontek massal. Kepala sekolah dan dua guru SDN Gadel II/577 Tandes telah diberi sanksi.

Sementara itu Mendiknas M Nuh mengatakan, tidak ada indikasi mencontek massal di SND Gadel II. Hal itu terlihat dari pola jawaban peserta ujian di SD tersebut yang tidak identik. Karena kesimpulan penyelidikan menyebut tidak ada contek massal, maka tidak akan digelar UN ulang. Nuh pun menyatakan jika ada guru maupun murid yang bersalah tentu akan diberi sanksi.

Hari ini Siami pulang ke Surabaya. Sedangkan apresiasi publik pada Siami di aula MK di Jakarta, tetap digelar meski tanpa penjahit gorden itu. Sedangkan apresiasi pimpinan MPR padanya pada Rabu kemarin batal digelar.

(gus/nrl)


Berita Terkait