"Dia harus tunjukkan kebesaran jiwanya dan pulang karena belum tentu salah. Karena dia anggota DPR dan demi kepentingan bangsa dia harus mau diperiksa," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Jimly Assiddiqie di Gedung DPR Senayan, Jl Gatot Subroto, Kamis (17/6/2011).
Namun jika Nazaruddin tak kunjung pulang ke tanah air, Jimly menilai Nazaruddin sebagai orang yang tak bertanggungjawab. Tindakannya mangkir dari panggilan KPK justru akan menimbulkan banyak rumor tak sedap.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa mudah saja kalau KPK mau. Masak enggak tahu alamatanya, pasti ada caranya," kata Jimly.
Nazaruddin bertolak ke Singapura sehari menjelang dipecat dari Bendahara Umum Partai Demokrat. Oleh Dewan Kehormatan PD ia dianggap melanggar kode etik partai. Di Singapura, Nazaruddin mengaku menjalani pengobatan dan berulangkali berjanji akan kembali ke tanah air ketika sudah sembuh dari penyakitnya.
(adi/gun)










































