Eep: Tidak Semua Informasi Negatif Disebut Black Campaign

Eep: Tidak Semua Informasi Negatif Disebut Black Campaign

- detikNews
Selasa, 22 Jun 2004 15:58 WIB
Jakarta - Black campaign adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan dalam proses Pemilu. Selain itu, tidak semua hal yang negatif disebut black campaign.Demikian pendapat pengamat politik Eep Syaifullah Fatah kepada detikcom dan Media Indonesia usai diskusi publik di Hotel Pitagiri, Jl. palmerah, Jakarta, Selasa (22/6/2004).Eep menjelaskan, tidak semua pengungkapan hal-hal yang negatif (buruk) disebut sebagai black campaign. Jika informasi yang disampaikan berupa proses ujian terhadap kapasitas dan kapabilitas kandidat, hal itu bukan black campaign."Sebagai ujian maka perangkat-perangkat ujian harus bekerja. Tapi kalau sekedar dibilang dia ini dia itu dan sebagainya, itu baru black campaign," tutur Eep.Terkait ulasannya di atas, Eef menyayangkan berbagai hal positif dan negatif justru hanya muncul menjelang Pemilu. Sebelumnya, sambung Eep, berbagai persoalan tersebut diabaikan tanpa penyelesaian yang jelas."Misalnya ketegasan pemerintah dalam kasus 27 Juli. Wajar saja jika ada pertanyaan kemana saja Megawati selama ini. Termasuk saat dia mendukung Sutiyoso yang kini akan dijadikan tersangka. Mengapa Megawati tiba-tiba mengeluarkan gaji ke 13, sementara selama 3 tahun memerintah prioritasnya kepada PNS bukan buruh," tutur Eep."Kalau hal-hal yang positif dan negatif muncul seperti itu orang tidak bisa tidak akan mengatakan, bahwa ini hanya untuk kampanye bukan untuk ujian yang mendasar," imbuh Eep.Kampanye PermanenDalam kesempatan itu Eep juga mengungkapkan, capres dan cawapres harus mulai mengembangkan kampanye permanen. Kampanye permanen adalah dengan tidak mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat hanya di saat-sat menjelang pemilu."Kita harus modern. Sepanjang hari selama 5 tahun, tunjukan kita mempunyai orientasi tertentu, melakukan sesuatu secara konkret, dan membuktikan bahwa kita layak sebagai pemimpin. Tanpa kampanye permanen seperti itu, rakyat tidak mudah percaya untuk memilih," ungkap Eep.Terus terang Eep mengatakan, model kampanye permanen ini baru dilakukan oleh Partai Keadilan Sejahtera. PKS, kata Eep, juga sudah merasakan manfaat dari kampanye permanen itu."PKS hampir satu-satunya partai yang melakukan kampanye permanen. Ketika mereka melakukan sesuatu sepanjang tahun. Sesuatu itu meski kecil nyatanya ada manfaatnya. Betul PKS belum ideal, tapi PKS sudah memulai kampanye permanen itu," kata Eep. (djo/)


Berita Terkait