Data dari Koalisi Masyarakat Sipil Pendukung Ibu Siami menyebut, banyak orang yang akhirnya mendapat nasib buruk setelah mencoba jujur. Sebut saja Fino Che Guevara, murid SMP Garut yang berusaha jujur mengungkapkan kejanggalan atas hasil ujian nasionalnya.
"Sayangnya, sikap jujur tersebut justru berbuah sanksi dari pemerintah," kata Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Hendri, dalam rilis kepada detikcom, Kamis (16/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Nur Hidayatusholihah, murid SMA Muhammadiyah 1 Kali Rejo Lampung harus mengulang belajar selama tiga tahun karena ingin lulus secara jujur. Sementara murid lain yang berkemampuan akademis lebih rendah justru lulus Ujian Nasional dengan mudah.
Irma Winda Lubis, seorang ibu murid SD 06 Pesanggrahan Jakarta juga mengungkapkan kekecewaannya atas pemaksaan ketidakjujuran pihak sekolah pada anaknya. Anaknya dipaksa untuk memberikan contekan pada teman-temannya lain pada saat Ujian Akhir Nasional SD.
Untuk kasus Siami, Febri meminta warga Kampung Gadel mendukung sikap Siami dan tidak mengusirnya dari rumah yang selama ini ditinggali. Jangan sampai warga malah menjadikan Siami dan keluarganya menjadi korban.
"Kami mengajak masyarakat kampung Gadel Surabaya untuk mendukung sikap jujur Ibu Siami," kata Febri Hendri.
Elemen lain yang tergabung dalam koalisi ini adalah FSGI (Federasi Serikat Guru Indonesia), APPI (Aliansi Orang Tua Murid Peduli Pendidikan), Tempo Institute, Masyarakat Transparansi Indonesia, Rumah Untuk Kejujuran, Transparansi Internasional Indonesia, Koalisi Pendidikan, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, KONTRAS, Perhimpunan Indonesia Tionghoa, Himpunan Alumni Fateta, IPB, Alumni ITB Angkatan β75, Perkumpulan Bung Hatta Anti Corruption Award.
Febri mengatakan, saat ini Siami justru mendapatkan tekanan karena keberanian berbicara jujur pada publik. Sikap jujur Ibu Siami harus diapresiasi karena bangsa ini telah mengalami defisit kejujuran di kalangan elite pemimpin negeri ini.
"Banyak pemimpin di negeri ini yang berbohong guna menutupi praktek korupsi serta menghindari jeratan hukum," kata Febri.
(ken/nrl)











































