Deklarasi dilakukan di SD Dowan, Gunem, Rembang, Jateng, Kamis (16/6/2011). Sekitar 150 orang, baik perwakilan warga, pemerintah setempat maupun aktivis LSM, hadir.
Acara dimeriahkan dengan drama yang dimainkan sejumlah anak. Dengan judul 'Goro-goro BAB' dan gaya cukup menghibur, fragmen ini menggambarkan pentingnya jamban sebagai langkah awal menuju sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebelumnya, di mana-mana bau, karena warga buang air besar di jalan, sawah, kebun, dan lain-lain," katanya dalam deklarasi.
Parji mengaku dari 435 KK, satu dua diantaranya belum memiliki jamban. Namun mereka mau menumpang di tetangganya, sehingga bau tinja nyaris tak lagi tercium.
Wakil Bupati Rembang Ahmad Hafids mengaku bangga dengan dua desa ini. Pemerintah berharap 292 desa lain, segera menyusul. "Kami siapkan dana Rp 50 juta bagi desa yang mampu melakukan hal serupa," katanya yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.
Desa Dowan dan Jatimudo terletak di bagian Selatan Kota Rembang. Meski masih bisa diakses, lokasi dua desa ini cukup terpencil. Jalan utamanya sempit dengan hutan di kanan kiri. Program desa bebas BAB sembarangan merupakan kerja sama warga, pemerintah desa hingga kabupaten, dan LSM PLAN.
(try/ken)











































