Yono (31), pedagang pulsa yang lokasi kiosnya 20 meter dari PN Jaksel, mengaku menutup lapaknya untuk menghindari peristiwa yang mungkin terjadi menjelang dibacakannya vonis Ba'asyir.
"Tadi saya datang ke sini pukul 09.00 WIB, mau buka toko. Saya bingung lihat banyak polisi. Karena takut apa-apa, makanya saya pilih tutup dan pulang saja," kata Yono, kepada detikcom, Kamis (16/6/2011).
Pedagang makanan yang biasanya mangkal di sekitar PN Jaksel juga tutup. Hanya tinggal gerobok soto dan sate saja yang diparkir di sekitar pengadilan.
Bengkel motor khusus Honda, toko bangunan, salon totok aura dan Apotek Moya Zamzam di sebelah pengadilan juga tutup. Halaman toko-toko itu lalu digunakan oleh petugas pemadam untuk memarkir kendaraan mereka.
Β
Namun pedagang rujak, Bagyo (50), tidak khawatir dengan banyaknya polisi yang berjaga menjelang vonis Ba'asyir. Bagyo memilih tetap jualan.
"Banyak polisi ramai penjagaan, saya tetap jualan. Alhamdulillah ramai," tutur Bagyo.
Pom bensin yang berada di seberang pengadilan juga buka. Sedang Salon Bondies akan buka bila kondisi sudah kondusif.
Salah seorang satpam Salon Bondies, mengatakan, bosnya menyuruh buka salon setelah keadaan sudah sepi.
"Kita buka memang pukul 11.00 WIB. Tapi dengan keadaan sekarang, kita buka kalau sudah sepi nanti," tuturnya.
Sementara itu, kondisi lalu lintas lancar. Pendukung Ba'asyir serius mendengarkan hakim dan sesekali meneriakkan takbir.
(nik/nrl)











































