Taufiq Kiemas Merasa Perlu Berkaca pada Anak Siami

Taufiq Kiemas Merasa Perlu Berkaca pada Anak Siami

- detikNews
Kamis, 16 Jun 2011 12:02 WIB
Taufiq Kiemas Merasa Perlu Berkaca pada Anak Siami
Jakarta - Di mata Ketua MPR Taufiq Kiemas, Alif, anak Siami yang telah membongkar contekan massal di SDN Gadel II Surabaya, adalah anak yang luar biasa. Alif bisa menjadi salah satu sosok pemimpin di masa depan.

"Ini contoh terbaik dan kejujuran seorang anak. Seorang anak jujurnya luar biasa, kalau anak jujur begini kalau jadi pemimpin pasti lebih jujur," kata Taufiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (16/6/2011).

Saking kagumnya dengan Alif, suami Megawati Soekarnoputri itu pun merasa perlu berkaca pada bocah itu. "Saya sendiri pun mesti berkaca pada anaknya Bu Siami. Luar biasa sekali," kata Taufiq.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taufiq berharap, warga Kampung Gadel, Tandes, Surabaya, berlaku adil kepada keluaga Siami. Jangan sampai, orang yang baik dan jujur malah diperlakukan buruk dengan diusir dari tempat tinggalnya sendiri.

"Masak orang baik diusir kaya film koboi zaman dulu saja. Orang baik diusir yang jahat tinggal. Kalau film-film koboi gitu kan? Harusnya diberi penghargaan," kata pria bertubuh tambun ini.

Sebelumnya, MPR prihatin dengan kasus yang dialami Siami dan keluarganya setelah mengungkap kasus kecurangan kala ujian nasional (UN) 2011 di SDN Gadel II. Sebab Siami dan keluarganya harus meninggalkan rumahnya untuk mengungsi demi menghindari kemarahan warga.

Warga menuding Siami tidak punya hati karena akibat kejujurannya mengungkap mencontek massal. Kepala sekolah dan dua guru SDN Gadel II/577 Tandes telah diberi sanksi.

Sementara itu Mendiknas M Nuh mengatakan, tidak ada indikasi mencontek massal di SND Gadel II. Hal itu terlihat dari pola jawaban peserta ujian di SD tersebut yang tidak identik. Karena kesimpulan penyelidikan menyebut tidak ada contek massal, maka tidak akan digelar UN ulang. Nuh pun menyatakan jika ada guru maupun murid yang bersalah tentu akan diberi sanksi.

Hari ini Siami pulang ke Surabaya. Sedangkan apresiasi publik pada Siami di aula MK di Jakarta, tetap digelar meski tanpa penjahit gorden itu. Sedangkan apresiasi pimpinan MPR padanya pada Rabu kemarin batal digelar.


(ken/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads