"Semoga kejujuran Ibu Siami bisa berbaur kembali dalam solidaritas dan kebersamaan dengan warga Gadel," ujar Boediono melalui twitternya, @boediono, yang dipublikasikan Kamis (16/6/2011).
Dalam tweet lainnya, Boediono menyebut bahwa kejujuran, solidaritas, dan kebersamaan adalah nilai-nilai luhur yang seharusnya tidak saling berbenturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus ini lalu masuk media massa sehingga menarik perhatian Walikota Surabaya. Kepala sekolah dan dua guru SD tersebut mendapat sanksi. Sedangkan warga Gadel marah besar pada Siami dan keluarganya dan menyebutnya sebagai "sok pahlawan" dan "tak punya hati nurani". Warga mendesak Siami minta maaf. Siami memenuhi tuntutan warga.
Namun Mendiknas kemarin (15/6) telah menepis kabar adanya contek massal tersebut. Karena pola jawaban 60 murid SDN Gadel II tidak identik sama.
"Karena pola jawaban tidak identik maka tidak ada contek massal. Karena tidak ada contek massal maka tidak perlu ujian ulang," tutur M Nuh. Semalam, dalam acara AKI Malam di TVOne, warga Gadel yang berkumpul di suatu tempat, menyatakan siap menerima Siami dan keluarganya kembali.
Hari ini sejatinya Siami mendapat apresiasi publik atas kejujurannya, bertempat di aula gedung MK Jakarta. Namun acara ini batal karena Siami memilih pulang ke Surabaya untuk suatu acara.
(vit/nrl)











































