"Itu mengada-ngada, cari sensasi. Tudingan itu propaganda teroris, mereka suka membalikkan situasi," ujar Ansyaad pada detikcom, Kamis (16/6/2011).
Ansyaad menegaskan, pihak kepolisian sudah menemukan bukti kuat, bahwa pihak-pihak yang berafiliasi dengan Ba'asyir memiliki sejumlah bahan-bahan untuk melakukan peracunan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengimbau agar masyarakat waspada, jangan terbuai bahwa pelaku teror hanya mengincar polisi saja. Bisa jadi masyrakat juga akan menjadi korban.
"Kita tingkatkan kewaspadaan kita. Siapa yang bisa jamin hanya polisi yang akan menjadi korban," tuturnya.
Sebelumnya Abu Bakar Ba'asyir hari ini menyatakan, tidak mungkin mujahid meracuni orang. Dia menuding Densus dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teror (BNPT) Ansyaad Mbai-lah yang berada di balik itu.
"Belum tentu dia mujahid. Nggak, Islam nggak pakai racun. Nabi diracun bukan meracun, saya menuduh pelakunya Densus, Ansyaad Mbai," ucap terdakwa kasus teroris itu di tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, sesaat sebelum menghadapi sidang vonis.
(ndr/nrl)










































