Listrik Padam Bergilir, Sidang DPRD Padang Bubar

Listrik Padam Bergilir, Sidang DPRD Padang Bubar

- detikNews
Selasa, 22 Jun 2004 14:50 WIB
Padang - Pemadaman listrik secara bergilir selama tiga jam di kota Padang Sumatera Barat (Sumbar), sudah menganggu aktivitas seluruh komponen masyarakat. Selain mengakibatkan turunnya omzet sejumlah usaha kecil, pemadaman juga berakibat fatal pada tata kerja pemerintahan.Buktinya, Ketua DPRD Kota Padang Maigus Nasir mengeluh, sidang Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Padang yang membahas Susunan Organisasi Tata Kerja (SOTK) antara legislatif dan eksekutif terpaksa bubar karena listrik padam."Senin (22/6/2004) malam, kita mulai sidang sekitar pukul 20.00 WIB. Namun, terpaksa dihentikan sekitar pukul 21.00 WIB karena listrik padam," kata Maigus Nasir, ketika dihubungi detikcom via telepon, Selasa (22/6/2004).Dikatakan Maigus, untuk mengantisipasi padamnya aliran listrik, DPRD sebelumnya telah menyiapkan genset. Namun, hal itu sama sekali tidak membantu karena ketika digunakan, malah terjadi korsleting. Padahal, DPRD Padang saat ini sedang mengejar penyelesaian sejumlah tugas menjelang masa jabatan dewan sekarang berakhir, 30 Juni 2004 mendatang.Lebih lanjut Maigus mengatakan, tugas yang dikejar adalah pembahasan 15 peraturan daerah (Perda), pembahasan laporan pertanggungjawaban walikota dan soal pemindahan terminal Lintas Andalas ke Air Pacah. Di samping itu, DPRD juga harus menyelesaikan delapan Perda tentang SOTK dan tujuh perda soal retribusi daerah.Selain menganggu kinerja DPRD, pemadaman listrik juga berakibat fatal terhadap sejumlah UKM di Padang. Sejumlah pemilik warung internet (warnet) dan pengusaha percetakan yang ditemui detikcom, Selasa (22/6/2004) mengaku mengalami kerugian.Enzi Syah (32), misalnya. Pengusaha percetakan ini mengaku, sejak Mei - Juni omzetnya menurun hingga 50 persen. "Bahkan proyek cetak kami senilai Rp 40 juta lebih terancam dibatalkan oleh pemesan karena deadline penyelesaiannya molor. Saya susah membayangkan kalau pemadaman seperti ini berlangsung seperti yang dijanjikan PLN sampai September," keluh Enzi Syah.Pemadaman bergilir itu terpaksa dilakukan karena tiga unit pembangkit, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Uap Ombilin, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Pauh Limo dan Teluk Lembu, rusak dan dalam perbaikan. Saat ini, dari 620 megawatt kapasitas pembangkit yang ada hanya menghasilkan 400 megawatt. Sementara kebutuhan beban puncak mencapai 520 megawatt. (nrl/)


Berita Terkait