Cerita dari Perbatasan RI-Malaysia (4)
Lagu Lama yang Sudah Usang
Selasa, 22 Jun 2004 14:44 WIB
Pontianak - Johannes Janting, Ketua Dewan Daerah Walhi Kalbar mungkin orang yang cukuptersiksa hidupnya. Antara kecemasan menyaksikan lingkungan tempat tinggalnya yang entah sampai kapan lagi akan bisa bertahan. Antara kegeraman menyaksikan kejahatan terjadi di depan mata, tanpa bisa mencegahnya dengan lebih kuat.Ibarat kata nabi, jika menyaksikan kejahatan di depan mata, maka cegahlah dengan tangan. Jika tidak berani dengan tangan, maka cegahlah dengan lisan. Jika itu pun tak bisa dilakukan, maka katakanlah dengan hatimu. Namun itu adalah selemah-lemahnya iman.Untuk mengetahui seluk beluk illegal logging yang terjadi di perbatasanIndonesia-Malaysia, berikut petikan wawancara dengan aktivis lingkunganini.Sebetulnya, seperti apa praktik para cukong illegal logging itu?Kegiatan cukong Malaysia, pertama memang dia menggunakan HPH yang 100 ha itu. Mereka memberikan dana kepada rakyat yang memegang HPH. Biasanya untuk satu HPH mereka memberikan uang Rp 20 juta. Kalau mau kilat atau lebih cepat lagi bisa Rp 25 juta. Kemudian rakyat pura-pura menjual hutannya kepada cukong Malaysia yang tadi itu. Tentu yang biasa mereka gunakan itu orang-orang yang punya power di masyarakat.Siapa mereka, pemimpin adat atau pemimpin formal?Ya, pemimpin adat juga. Para preman, sebenarnya. Preman kampung yang punyakekuatan dan disegani orang. Apeng (salah satu cukong Malaysia yang cukupterkenal, dan sebetulnya sudah dinyatakan kepolisian sebagaiburon,-red) memang melakukan pendekatan langsung kepada tokoh-tokohadat.Kabarnya, para cukong ini juga membuatkan infrastruktur bagimasyarakat?Rakyat memang juga dijanjikan untuk dibikinkan jalan. Kami maklum denganorang-orang di perbatasan. Indonesia kan sudah diasumsikan sebagai negarayang tidak dapat membangun. Sudah sekian lama mereka tidak punya saranajalan, litrik, air. Nah ini yang diberikan Apeng kepada rakyat. Rakyat punmenerima saja. Di beberapa tempat memang benar. Tapi itu sebenarnya jalanyang dibangunkan untuk lalu lintas kayu mereka juga. Itu ketipunya rakyatkita.Apakah kayu yang berhasil ditebang lalu diangkut begitu saja?Ya, dia angkut dari penebangan ke sawmill. Yang punya Apeng namanya GuntulMandiri. Kemudian di situ dibelah. Guntul masih berada di wilayahIndonesia. Dari Guntul itu nanti diangkut ke Batu Kaya. Tapi sebelumnya di Sawit (batas Indonesia dan Malaysia) dulu. Di situ juga ada lokasi penumpukanpunya Apeng. Dari situ barulah diangkut ke suatu kamp di Batu Kaya. Darisitu masuk perusahaan yang memberi stempel di pelabuhan. Sudah itu sudahsah.Bagaimana ceritanya bisa distempel begitu saja dan sah?Itu sudah aturannya Malaysia. Kalau sudah masuk Malaysia sudah sah. dalamsuatu forum internasional di Bali, saya pernah katakan bahwa Malaysiamerampok negara tetangga. Tapi mereka mengatakan salah kalian semuamembiarkannya, pejabatnya mau dibayar. Itu yang sakit hati benar kitamendengarnya.Kok bisa melintas perbatasan, memang tidak ada yang melihat? Semua nonton, tapi nggak bisa berbuat apa-apa. Jadi itu menggambarkanbetapa kuat mereka membayar pejabat kita. Kalau memang nggak dibayar,kenapa mereka tidak berbuat apa-apa. Jadi dalam konteksi ini sudah tidakada lagi yang namanya kedaulatan bangsa.Selain lewat darat, apa banyak juga pengangkutan kayu ilegal lewatsungai?Kalau di daerah perbatasan seperti Putussibau memang langsung lewat darat.Kalau yang lewat air itu dari daerah Ketapang dan Sambas. Katanya,volumenya besar sekali. Itu dibawa ke Kuching sana.Apa di perbatasan mereka tidak diperiksa dokumen-dokumen yangdiperlukan?Tinggal bayar pajak Rp 50 ribu saja per mobil. Katanya ada perdanya. Tapikan pertanyaannya, satu hari berapa truk, kemana uang itu mengalir. Tidakjelas juga itu. Sementara kita hitung dalam sehari 250 sampai 300 trukmelintas.Di Malaysia kayu itu dibuat apa?Mereka ekspor lagi ke Cina, malahan juga ke Uni Eropa dan Amerika. Makanya, kita heran dengan Uni Eropa dan AS. Mereka menyetop pembelian kayudari Indonesia karena ilegal. Tapi mengapa mereka membeli dari Malaysiasebagai pengekspor kayu tropis terbesar di dunia. Tapi darimana bahanbakunya, kalau bukan merambah dan mengambil dari wilayah tetangganya.Malaysia sudah habis. Mereka habis tahun 1980-an. Sekarang sudah jadikebun sawit semua.Di wilayah mana saja penebangan liar itu banyak terjadi?Di Kalimantan Barat ini, terjadi di Kapuas Hulu, Sintang, Ketapang,Sanggau. Data dari 1998-2002 itu penyusutan hutan sekitar 252 ribu ha pertahun. Kalaupun konsesi yang menyebabkan laju penyusutan hutan tambahbanyak, juga ilegal. Harusnya konsesi kan membuat hutan menjadi lebihbaik. Tapi kalau malah merusak, kan jadinya ilegal.Penanganan dari pemerintah kita sendiri sebetulnya bagaimana?Ini juga yang membuat saya geregetan. Beberapa waktu lalu, ataskesepakatan banyak pihak, saya menemani tim operasi wanalaga. Saya pikir,saya percaya juga bahwa operasi ini akan menghasilkan sesuatu yang luarbiasa. Ternyata yang terjadi di lapangan tidak seperti yang diharapkan.Padahal, saya pertaruhkan nyawa ke sana dengan harapan bisa berjalan baik.Yang saya sedihkan, ada pimpinan dari Jakarta saat di sana malah bingung.Padahal, tangkap sita barang bukti, ledakkan apa gimana. Padahal waktu itubanyak orang Malaysia dan alat berat. Akhirnya pelan-pelan orang Malaysiamalah meninggalkan lokasi satu per satu. Waktu itu sempat ditangkap empatatau lima orang, tapi itu hanya kucing kurapnya saja. Padalah di KapuasHulu, waktu itu operasinya sampai satu minggu.Intinya, tidak terlalu banyak berpengaruh. Dua tiga hari setelah operasi,sawmill Apeng yang pernah dibentang garis oleh polisi, jalan lagi.Garisnya dilepas oleh Apeng dan tidak ada apa-apa. Ini betapa aparat penegak hukum kita tak berdaya. Seharusnya mereka malu. Mereka tidak ada rasa nasionalisme sedikitpun.Yang juga saya kesalkan dengan pemerintah kita juga adalah mereka selaluberpikir investasi. Padahal, tidak ada itu yang namanya investasi. Tidakada pemodal dari Malaysia yang punya integritas yang baik. Semua itu manipulasi. Awalnya untuk investasi perkebunan tapi itu bohong. Coba kasihkan di lahan yang kosong, nggak mau mereka. Jadi manipulasi. Yang anehnya, negara kita mau ditipu. Mereka bilang investasi, untuk ambil kayu, setelah itu, mereka pindah lagu.Dulu, pertama kan Badau. Setelah itu bergeser lagi ke dekat Lanjak. Bergeser lagi ke Lanjak. Kita lalu mengumumkan sekian banyak investasi masuk dari Malaysia. Kenapa tidak kita katakan banyak perampok yang masuk ke kita. Lalu kalau ada hutan yang rusak, rakyat disalahkan. Ada peladang berpindah. Selalu begitu nyanyiannya.
(asy/)











































