Pantauan detikcom, Kamis (16/6/2011) sejak pukul 06.30 WIB, ribuan personel polisi telah siap di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan. Para aparat membawa tameng, sebagian dilengkapi senjata laras panjang dan sebagian lainnya dilengkapi senjata laras pendek.
Alat pemadam api dan penyemprot air juga dibawa serta oleh aparat. Satu Barracuda bersiaga di dekat lampu pengatur lalu lintas Ampera-Pejaten. Di halaman PN Jaksel pun tampak satu Barracuda yang telah diparkir. Di depan gedung pengadilan, disiagakan pula mobil pemadam kebakaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pintu masuk pengadilan, tepatnya di tepat pemeriksaan pengunjung, dipasang spanduk yang berisi daftar pencarian orang (DPO) kasus teroris. Spanduk ini berlogo Detasemen Khusus 88. Dalam daftar tersebut antara lain tercantum nama Ahmad Yosefa, Nanang Irawan dan Cahya. Ada 3 spanduk yang dipasang, dan masing-masing berisi 10 DPO. Biasanya, spanduk ini tidak terlihat di PN Jaksel.
Hingga pukul 07.00 WIB, lalu lintas di Jalan Ampera Raya ke arah Kemang maupun Cilandak terlihat ramai lancar. Pendukung Ba'asyir juga mulai berdatangan ke PN Jaksel. Mereka datang dengan menggunakan sepeda motor maupun kendaraan umum.
Rencananya, majelis hakim yang dipimpin oleh Herry Swantoro akan membacakan vonis Ba'asyir pada pukul 10.00 WIB. Sebelumnya Ba'asyir dituntut oleh jaksa penuntut umum dengan penjara seumur hidup karena dinilai terbukti melakukan sejumlah tindak pidana terorisme.
(vit/van)











































