Balon Udara SBY-Kalla di Bandung Terbakar, Anak Kecil Terluka
Selasa, 22 Jun 2004 14:33 WIB
Bandung - Balon udara yang merupakan iklan raksasa bergambar capres/cawapres Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pasangannya Jusuf Kalla, tiba-tiba kempis, jatuh, dan terbakar. Apesnya, balon itu menimpa Iwan Nugraha (12), pengamen jalanan. Iwan pun harus dirawat di rumah sakit karena menderita luka bakar.Kejadiannya berlangsung Senin (21/6/2004) sore sekitar pukul 17.30 WIB. Hal itu seperti dituturkan Heri Suherman, orangtua Iwan yang ditemui sedang menunggui anaknya dirawat di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Jl Banteng Bandung, Selasa (22/6/2004).Tutur Heri, sewaktu kejadian, Iwan sedang mengamen di perempatan Jl Buah Batu dan Jl Soekarno Hatta bersama anak jalanan lainnya. Di antaranya, Dodi (9) Njang (9), Toni (11) dan Santi (9). Dari keterangan teman-teman mengamen Iwan, dirinya mengetahui kalau luka bakar Iwan diakibatkan oleh balon iklan raksasa bergambar pasangan capres/cawapres SBY-Kalla yang sore itu tiba-tiba kempis dan jatuh ke jalan.Balon iklan tersebut dipasang di pagar ruko yang berada di sudut perempatan di lokasi mereka mengamen. "Namanya juga anak-anak, melihat balon jatuh mereka langsung mendekati karena tertarik," kata Heri.Tak dinyana, sebuah sepeda motor lewat dan pengendaranya membuang puntung rokok yang jatuh di dekat balon iklan raksasa itu. Bara api di puntung rokok langsung membakar balon tersebut dan menyambar Iwan dan kawan-kawan.Iwan menderita luka paling parah. Anak itu mengalami luka bakar di bagian kaki, tangan, punggung, dan sebagian wajahnya. Selain Iwan, Santi pun mengalami luka bakar ringan di dekat dahinya. "Katanya, yang naik motor juga kena mukanya. Tapi langsung kabur," kata Heri.Petugas kepolisian yang berada di dekat lokasi langsung membawa korban ke rumah sakit. Heri baru tahu anaknya berada di rumah sakit sekitar pukul 18.00 WIB.Hingga kini Iwan masih terbaring di RS Muhammadyah Ruang PB 2 dan didiagnosa menderita luka bakar tingkat II. Menurut Kepala Ruangan Perawatan Bedah Ati Melati, Iwan yang kini ditangani dr Soeraya terpaksa menjalani perawatan kurang lebih 2 minggu. "Saya berharap pihak Tim Sukses mau bertanggung jawab," kata Heri.JengukSetelah dirawat sehari, perwakilan Tim Sukses SBY-Kalla menjenguk Iwan di RS Muhammadiyah. Anggota Tim Sukses SBY-Kalla Jabar dari Komite Kerja Advokasi, Leksadharma Kengsiswoyo mengatakan, pihaknya bersedia mengganti biaya pengobatan."Ini musibah yang kita tidak kehendaki. Jelas kami kepanitian tim sukses akan bertanggung jawab mengganti biaya pengobatan sampai selesai," katanya.Namun demikian, pihaknya mengaku tidak tahu menahu pemasangan balon iklan raksasa di lokasi tersebut. "Kami tidak tahu siapa yang memasang balon ini. Seperti yang kita ketahui banyak fans SBY-Kalla. Mungkin di antara mereka ada yang sangat mencintai SBY yang memasangnya," katanya.Ketika ditanya, apakah pemasangan atribut kampanye selama ini diawasi, Leksadharma menjawab, "Tidak."
(nrl/)











































