Kecelakaan tersebut terjadi, Rabu (15/6/2011), sekitar pukul 22.30 WIB, di Jalan Adi Sucipto, Solo. Sejumlah saksi mata menuturkan kecelakaan itu dipicu oleh sebuah mobil Honda Civic warna metalik bernopol AD 8123 yang melaju kencang dari arah barat yang kemudian kehilangan kendali.
Kebetulan dari arah timur, sejumlah pengendara motor juga memacu laju kendaraannya karena lampu pengatur jalan yang hanya berjarak sekitar 150 meter dari lokasi, baru saja menunjukkan sinyal hijau.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesampai di lokasi bahkan mobil itu tadi memutar kencang dan menabrak kendaraan lain dari arah depannya. Dari pengamatan detikcom di lapangan, mobil tersebut memang dalam kondisi ringsek parah di bagian depan dan kedua sisi samping. Saat berhenti bahkan hingga memutar arah di sisi selatan jalan.
Sebelum berhenti, mobil tersebut menabrak tiga motor yang sedang melaju, sebuah mobil yang sedang parkir dan pengendara sepeda kayuh. Akibat kejadian itu, dua sepeda motor, sebuah Yamaha Vixion dan Honda Supra mengalami kerusakan sangat parah. Bahkan Honda Supra hingga terpenggal menjadi beberapa bagian.
Sedangkan motor yang lainnya, Suzuki Smash hingga terlempar di jalur lambat sekitar 10 meter dari lokasi kejadian. Sedangkan mobil Honda Jazz hanya mengalami benturan di bagian depan.
"Yang saya lihat sendiri, tiga orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Dua orang lainnya dalamn kondisi kritis. Termasuk yang kritis itu adalah pengemudi Honda Civic yang menjadi penyebab kecelakaan," ujar Mulyono, saksi mata lainnya.
Sementara itu, pengendara sepeda kayuh yang juga menjadi korban kecelakaan, Ny Dani, hanya mengalami luka lebam di beberapa tempat. Dia juga menjelaskan melihat mobil Honda Civic dari arah depan melaju kencang dan berputar-putar dan melebar jauh ke kanan hingga menabraknya yang berada di tepi jalan.
"Lalu saya merasakan mendapat benturan. Setelah itu saya sudah tidak ingat lagi. Saya sadar lagi sudah berada di pinggir jalan setelah ditolong penjual mie ayam yang mengangkat saya dari lokasi kecelakaan," ujarnya.
Kanit Lakalantas Polresta Surakarta, AKP Sarwoko, yang berada di lokasi kejadian belum bersedia memberikan informasi. Dia juga mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah korban dan identitas lengkap korban meninggal maupun luka.
Sementara informasi rumah sakit menyatakan korban meninggal sebanyak lima orang. Tiga korban yang meninggal di lokasi saat ini berada di RS Moewardi, Solo. Sedangkan dua korban lainnya meninggal di RS Panti Waluyo, Solo.
(mbr/van)











































