RSU Sardjito Bentuk Tim Dokter Tangani Bayi Istikomah

RSU Sardjito Bentuk Tim Dokter Tangani Bayi Istikomah

- detikNews
Rabu, 15 Jun 2011 16:11 WIB
RSU Sardjito Bentuk Tim Dokter Tangani Bayi Istikomah
Jakarta - RSU Sardjito Yogyakarta membentuk tim khusus untuk menangani bayi Istikomah yang terlahir tanpa rongga hidung dan mulut. Tim dokter pun akan melakukan langkah-langkah agar Istikomah bisa normal seperti bayi-bayi lainnya.

"Kita sepakat untuk membentuk tim untuk menangani kasus ini. Besok tim kami akan mengunjungi dulu ke sana," ujar Kahumas RSU Sardjito Rini Sunaring saat dihubungi detikcom, Rabu (15/6/2011).

Tim dokter yang menangani Istikomah yakni terdiri dari direktur keperawatan sebagai penanggung jawab, dokter bedah plastik, dokter spesialis anak sub bagian jantung, bedah anak, rehabilitasi medik, dokter anestesi, patologi, dokter gigi dan rahang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gigi itu juga harus di-manage. Kalau pertumbuhan rahang bisa jelek. Psikolog juga nanti ada. Petugas terapi mengajarkan berbicara," jelasnya.

Rini mengatakan, kasus bayi Istikomah memang complicated karena tidak hanya masalah hidung dan mulut. Namun Istikomah juga mengalami kelainan jantung. Namun tim dokter akan terus berusaha untuk melakukan yang terbaik bagi bayi pasangan Siti Maonah (30) dan Wahid Widodo (33) ini.

"Kita punya standar. Kalau dengan operasi juga harus bertahap. Dari tim medis mempertimbangkan penanganan lebih cepat," katanya.

Rini mengatakan, kedatangan tim dokter Kamis (16/6) besok ke rumah Istikomah yakni untuk melihat keadaan umum pasien. Jika kondisi Istikomah dalam keadaan baik, maka tim dokter akan membawanya ke rumah sakit.

"Kita minta pemeriksaan secara komprehensif," jelasnya.

Jika Istikomah bisa diperiksa di rumah sakit, tim dokter bisa langsung mempunyai beberapa rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang untuk menangani Istikomah.

"Ada tahapan berapa bulan lagi harus diapakan. Bayi itu bertumbuh terus kan. Jadi kita juga harus ekstra hati-hati. Jangan sampai pertumbuhan tulangnya, otak, pembuluh darah terganggu," ungkapnya.

(gus/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini