"Ditunda karena Ibu Siami kelelahan," ujar Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin, dalam pesan singkat kepada detikcom, Rabu (15/6/2011).
Menurut staf biro humas MPR, kemungkinan pertemuan akan dijadwalkan kembali pada Kamis (16/6) besok. Namun jadwalnya masih tentatif alias belum pasti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemarin, Lukman mengatakan, MPR prihatin dengan kasus yang dialami Siami dan keluarganya setelah mengungkap kasus kecurangan kala ujian nasional (UN) 2011 di SDN Gadel II. Sebab Siami dan keluarganya harus meninggalkan rumahnya untuk mengungsi demi menghindari kemarahan warga.
Warga menuding Siami tidak punya hati karena akibat kejujurannya mengungkap mencontek massal. Kepala sekolah dan dua guru SDN Gadel II/577 Tandes telah diberi sanksi.
MPR ingin mengapresiasi tindakan yang dilakukan oleh orang tua Alif itu. Menurut Lukman, tindakan Siami seharusnya diapresiasi, bukan malah dikucilkan.
"Kita ingin mengapresiasi dia sebagai Ibu Kejujuran. Kalau orang jujur dikucilkan, bangsa ini tidak berkarakter dan implikasi nilai Pancasila semakin bangkrut," kata Lukman.
Sementara itu Mendiknas M Nuh mengatakan, tidak ada indikasi mencontek massal di SND Gadel II. Hal itu terlihat dari pola jawaban peserta ujian di SD tersebut yang tidak identik. Karena kesimpulan penyelidikan menyebut tidak ada contek massal, maka tidak akan digelar UN ulang. Nuh pun menyatakan jika ada guru maupun murid yang bersalah tentu akan diberi sanksi.
(vit/fay)











































