"Yang membunuh Munir itu isinialnya MI. Alias Malaikat Isrofil," canda Polly saat ditanya siapa pemberi arsenik ke minuman Munir.
Hal itu dikatakan Polly sesaat sebelum mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu, (15/6/2011). Mungkin malaikat Isrofil yang dimaksud Polly adalah malaikat Izrail yang bertugas mencabut nyawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Argumen Polly dibantah koordinator Koalisi Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM), Chairul Anam. Menurut catatan Kasum, Munir pertama kali mengalami gangguan kesehatan 5 menit setelah pesawat take off dari Singapura dengan meminta obat maag. Jika dihitung, maka Munir diracun 25 menit sebelumnya atau di Bandara Changi.
"Kalau katanya Polly tinggal di Singapore, kami punya catatan nama Polly ada juga di Hotel Grand Hyatt Singapura, pada jam yang sama. Yang diomongkan Polly itu cerita lama," terang Anam.
Seperti diketahui, Munir meninggal dunia dalam perjalanan menuju Belanda pada September 2004. Dia diduga diracun di pesawat Garuda Indonesia. Nyawanya tak tertolong dan Munir meninggal di dalam pesawat.
Terkait kasus Munir ini, MA menjatuhkan pidana terhadap pilot Garuda itu 20 tahun penjara karena diduga terlibat dalam peristiwa pembunuhan itu. Pengadilan sempat juga menyidangkan Muchdi Pr, mantan Kepala Deputi V BIN, namun kemudian vonis hakim membebaskan Muchdi.
(asp/rdf)











































