"Mudah-mudahan Juli ini," ujar Ketua Tim Pengadaan Tanah Kementrian PU, Ambardy Effendy, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (15/6/2011).
Ambardy mengatakan, proses pembangunan JORR W2 tersebut akan melalui empat tahapan. Tahap pertama adalah membangun ruas Meruya Utara-Meruya Selatan, kemudian Meruya Selatan-Joglo, lalu Joglo-Petukangan Utara, dan terakhir Petukangan Selatan-Ulujami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi lahan untuk tiga tahap berikut sedang tahap penyelesaian. Pembebasan lahan saat ini, menurutnya masih terus berjalan baik yang di Jakarta Selatan maupun di Jakarta Barat.
"Kita targetkan hingga Juli mendatang tanah yang dibebaskan bisa mencapai 90 persen, sedangkan sisanya akan dikonsinyasi," tutur Ambardy.
Lebih lanjut Ambardy menjelaskan, konsinyasi di pengadilan diberlakukan pada status tanah yang belum jelas serta bagi pemilik yang belum cocok dengan harga ganti rugi. Sehingga nantinya bagi yang bersengketa maupun yang tidak cocok harganya akan berurusan dengan pengadilan.
"Selain ada yang masih belum sepakat dengan harganya, ada 11 bidang tanah yang sengketa dan 66 bidang tanah di PTUN. Nanti pada Juli semuanya akan kita konsinyasikan," jelasnya.
JORR W2 akan dibangun sepanjang 7,6 kilometer mulai dari Ulujami, Jakarta Selatan hingga Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Diharapkan dengan terselesai pembangunan JORR W2 pada akhir 2012, awal 2013 sudah dapat dioperasikan.
"Kita targetkan pada akhir 2012 pembangunannya selesai. Sehingga awal 2013 sudah dapat dioperasikan," ujarnya.
(lia/lh)











































