"Saya ini bukan Kepala Dinas (Pendidikan), karena di Pemprov ini suda ada pembagian kerja," kata Fauzi Bowo usai membuka acara simposium bertajuk 'Jakarta 21: Towards A Sustainable World- Class Transit-Oriented Metropolis', di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2011).
Fauzi mengatakan, akan segera mempertanyakan duduk persoalan yang sebenarnya kepada Kepala Dinas Pendidikan terkait permasalahan ini. Dia mengaku tidak punya kewenangan lebih atas kasus ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait tindak lanjut penanganan masalah ini. Sedangkan Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika yang dihubungi kemarin, mengaku Disdik akan memfasilitasi pertemuan antara Komnas Perlindungan Anak dan orangtua murid dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
"Untuk tanggalnya masih belum bisa dipastikan. Tapi kami sudah meminta agar Komnas anak beserta orang tua dapat bertemu Gubernur. Rencananya mungkin pekan ini atau pekan depan," ujar Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Agus Suradika saat dihubungi wartawan, Selasa (14/6/2011) kemarin.
Agus menambahkan, pihaknya juga telah menjadwalkan pemanggilan terhadap anak dan orangtua murid dalam waktu dekat untuk mendengarkan keterangan secara langsung.
Kejadian ini terjadi pada 10 Mei 2011. Namun Disdik baru mendapat laporan tanggal 25 Mei 2011 mengenai perihal dugaan kecurangan tersebut. Irma Winda Lubis selaku orangtua mengadu ke Komnas PA karena anaknya dipaksa membagikan jawaban soal UN ke teman-temannya. Tidak hanya itu, si anak pun diminta berjanji agar tidak membocorkan masalah kecurangan ini kepada siapa pun termasuk ke orangtuanya.
(lia/vit)











































