"Jadi masyarakat diharapkan tetap tenang. Karena E.coli di RI masih belum berbahaya bagi kesehatan manusia," ujar Menkes.
Menkes mengatakan itu usai acara pembukaan ASEAN Dengue Day di Museum Nasional, JlMedan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (15/6/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini dari masyarakat belum ada laporan tentang bakteri E.coli yang berbahaya bagi manusia," katanya.
Pada Selasa kemarin, Menkes menuturkan, wabah bakteri E Coli di Jerman bisa jadi disebabkan oleh strain bakteri patogen yang membahayakan kesehatan manusia, ditunjang daya tahan tubuh yang tidak siap. Untuk masalah daya tahan tubuh, orang Indonesia lebih siap lantaran kebiasaan jajan di pinggir jalan.
Kantor berita Reuters hari ini menyebutkan, di Jerman, bakteri E.coli telah merenggut nyawa seorang bocah berumur 2 tahun. Bocah yang tidak disebutkan namanya itu menjadi korban jiwa anak-anak pertama akibat wabah mematikan tersebut.
Dengan kematian bocah tersebut berarti sejauh ini sudah 37 orang yang tewas akibat wabah bakteri E.coli. Otoritas kesehatan Jerman telah menyimpulkan bahwa wabah tersebut bersumber dari sayuran tauge terkontaminasi yang ditanam secara lokal di Jerman utara.
(nik/nrl)











































