Mendiknas Harus Berpihak Pada Siami, UN Harus Dibenahi

Mendiknas Harus Berpihak Pada Siami, UN Harus Dibenahi

- detikNews
Rabu, 15 Jun 2011 10:56 WIB
Mendiknas Harus Berpihak Pada Siami, UN Harus Dibenahi
Jakarta - Anggota DPR Hidayat Nur Wahid berharap, pemerintah memberikan apresiasi pada Siami, sang pembongkar contekan massal. Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh juga harus berpihak pada Siami dan anaknya, Alif.

"Saya berharap Pemkot Surabaya, Pemprov Jatim, Kanwil Pendidikan Kabupaten dan Kota termasuk Menteri Pendidikan M Nuh berpihak pada orangtua dan murid yang berani mengungkapkan kejujuran," ujar Hidayat.

Hidayat mengatakan itu sebelum acara saresehan budaya bertajuk Pancasila sebagai Modal Sosial Bangsa dan Konsensus Nasional dalam Bingkai NRKI di Gedung Nusantara IV, Senayan, Jakarta, Rabu (15/6/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mantan Presiden PKS ini menilai, dengan terungkapnya kasus ini, perlu dilakukan pembenahan pada ujian nasional (UN). UN tidak hanya sekadar nilai, tapi karakter kejujuran baik kejujuran pada murid dan guru-guru, sesuai dengan reformasi pendidikan nasional.

Sementara pengucilan yang diterima Siami dan Alif dari masyarakat, lanjut Hidayat, mencerminkan mahalnya nilai kejujuran. Masyarakat yang mengucilkan harus diberi pengertian.

"Masyarakat yang mengucilkan harus diberi pemahaman, mana yang benar, mana yang salah," kata mantan Ketua MPR ini.

Kisah Siami bermula dari laporan Alif, anak Siami, yang tergolong anak pintar. Alif disarankan gurunya untuk memberikan jawaban ke kawan-kawannya saat UN SD. Siami mengadu ke kepsek dan komite sekolah, namun tak digubris. Kisah ini lalu tercium media. Dan buah dari kejujuran si "whistleblower" itu justru kepahitan.

Siami dan keluarganya dimusuhi warga dan walimurid. Bahkan keluarga jujur itu didemo dan diusir meninggalkan rumahnya di Gadel Sari Barat, Tandes, Surabaya. Siami dan keluarga lalu mengungsi ke Gresik.




(nik/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads